MAN Purwodadi Selenggarakan Simulasi UNBK

Grobogan – Dalam mempersiapkan peserta didik mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan uji coba infrastruktur MAN Purwodadi menyelenggarakan simulasi. Latihan pelaksanaan ujian UNBK tersebut diselenggarakan sejak Senin (20/02) dan berakhir pada hari Selasa (21/02) ini mengujikan materi ujian pilihan dan bahasa Inggris.

Wakamad Kurikulum Ucik Rasulina menyampaikan simulasi ini bertujuan memberikan pelatihan kepada siswa tentang sistem dan tata cara ujian nasional berbasis komputer, sehingga nantinya siswa mengerti teknis pelaksanaan ujian ini.

Ucik menjelaskan prosesi pelaksanaan simulasi tersebut, siswa diberikan kode token tersendiri sehingga antara satu siswa dengan siswa yang lain memiliki pasword dan token yang berbeda. Kemudian siswa mengerjalan satu mata pelajaran sesuai mapel pilihannya masing-masing. Sistemnya pelaksanaan ujian tidak ada yang berbeda. “Hari pertama kami gelar tiga sesi simulasi karena satu komputer untuk tiga siswa. Hari kedua disimulasikan mata ujian bahasa inggris yang bertujuan melatih siswa dengan listening serta untuk mengontrol peralatan headsetnya,” urai Ucik menerangkan.

Dalam UNBK 2017 ini MAN Purwodadi menyiapkan empat ruang yang berisi 160 unit untuk 400 siswa dengan rincian jurusan IPA sejumlah 212 siswa, IPS 142 siswa, Bahasa 40 siswa, Kegamaan 33 siswa, didukung  4 server dan 1 server cadangan, serta 4 proktor dan 1 teknisi.

Dalam pantauannya Pengawas Madrasah Aliyah Kabupaten Grobogan Margono mengatakan madrasah harus siap UNBK. Ia meminta madrasah untuk menyiapkan perlengkapan UNBK sebaik mungkin, dan memperbanyak simulasi UNBK. “Simulasi UNBK ini bertujuan selain agar anak siap IT juga sebagai salah satu cara untuk mengasah mental menghadapi pelaksanaan UNBK,” ungkap Margono.

“Kalau sudah terbiasa di depan komputer, anak-anak nantinya pada waktu pelaksanaan UNBK sesunggunhya sudah tidak grogi dan rileks saat mengerjakan soal,” imbuhnya.

Margono meminta madrasah membekali peserta didik dengan pendalaman materi ujian UNBK sebanyak mungkin yang sesuai kisi-kisi sehingga mereka siap materi. “Apalah artinya kalau madrasah bagus dalam menyiapkan perlengkapan UNBK, tapi di sisi content para siswa kurang diperhatikan,” urainya.

Meneruskan harapan Kepala Kantor Kemenag Kab. Grobogan, Margono meminta madrasah mempersiapkan UNBK yang pertama kalinya akan diselenggarakan ini dengan matang agar bisa meraih kesuksesan: sukses persiapan, pelaksanaan dan sukses hasil. “Mudah-mudahan madrasah bisa melaksanakan UNBK dengan baik, para siswa dapat mengerjakan soal UNBK dengan hasil yang memuaskan,” harapnya.

Salah satu siswa Kevin (XII Bahasa) saat dimintai komentarnya mengatakan, awalnya ia merasa grogi tapi tidak lama setelah login dan memasukkan token ia merasa tenang, dan dapat menjawab soal-soal yang ada dihadapannya. Ia menyampaikan terima kasih, karena telah diadakan simulasi UNBK ini, sehingga nanti waktu pelaksanaan UNBK dari sisi mental sudah siap dan tidak grogi.  “Tadi saya sempat grogi, tapi Alhamdulillah bisa mengatasinya,” ucapnya.(mh-pr/gt)