MAN Salatiga jadi ikon pendidikan Salatiga

 Salatiga – Target Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Tengah menjadikan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Salatiga sebagai salah satu Ikon Pendidikan Kota Salatiga, secara bertahap mampu teresalisasi.

Dari sisi program, Madrasah setingkat SMA tersebut telah mampu melaksanakan sejumlah program pendidikan bermutu bagi peserta didiknya. Kemudian dari sisi fisik, MAN Salatiga bakal memiliki gedung yang sangat representatif bagi kegiatan pendidikan dalam peningkatan mutu dan mampu menyerap peserta didik dalam jumlah yang banyak.

Hal tersebut dikatakan Kadid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jawa Tengah Jamun Efendi saat menyerahkan Sertifikat, Uang Pembinaan, dan Beasiswa Tahfizhul Qur’an (penghafal Al Qur’an) kepada peserta didik MAN Salatiga (23/11).

Program Tahfizh

Sudar, sejak menjadi Kepala MAN Salatiga beberapa tahun lalu, sudah menetapkan target madrasah ini harus menjadi Ikon Pendidikan di Kota Salatiga. “Sekarang semuanya sudah terlihat dan terbukti,” katanya.

Menurutnya, semua program pendidikan setingkat SMA sudah dilaksanakan, ditambah keunggulan pendidikan lainnya, mulai dari bahasa asing, agama, ekstrakurikuler, dan lain-lain. Prestasi guru di berbagai bidang juga sudah diraih. Bahkan MAN Salatiga sudah mampu menghasilkan para penghafal Al Qur’an. “Hal ini sejalan dengan motto yang dicanangkan Kementerian Agama yakni, Madrasah Lebih Baik dan Lebih Baik Madrasah,” ujarnya.

Sudar, menjelaskan selama ini pihaknya bekerja sama dengan Rumah Tahfizh Sinar Surya yang dikelola dr. Hj. Supartinah, Sp.THT dalam program tahfizhul Qur’an. Tahun ini ada 63 peserta didik yang mengikuti program tahfizhul Qur’an. Dan pada kesempatan ini diserahkan Sertifikat, Uang pembinaan, dan Beasiswa kepada 21 peserta didik dengan total nilai Rp. 12.150.000. Setiap peserta didik yang telah berhasil menghafal satu juz diberikan Sertifikat, Uang pembinaan Rp. 150.000 dan beasiswa bebas SOP 3 bulan. (moh kholil)