Manasik di Sanggaluri Park, Pembelajaran Ibadah Haji yang Berkesan

Purbalingga – Sebanyak 516 siswa-siswi kelas V dan VI Madrasah Ibtidaiyah dari 12 MI Swasta se-Kecamatan Kutasari dengan penuh antusias mengikuti kegiatan Manasik Haji yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Guru MI (KKG-MI) bekerjasama dengan K3MI dan Pengawas RA/ BA-MI Kecamatan Kutasari.

Kegiatan yang diselenggarakan Rabu (04/10) di Areal Manasik Haji Komplek Sanggaluri Park Kutasari Purbalingga itu dimulai pukul 07.30 hingga menjelang waktu Dhuhur. Ketua Panitia Kegiatan yang juga Ketua KKG-MI Kecamatan Kutasari, Prastiyo Budi Santoso menjelaskan bahwa peserta kegiatan terdiri dari 257 laki-laki dan 259 perempuan. 52 orang guru pendamping bertugas mengawal rata-rata 10 siswa. Sedangkan instruktur disiapkan oleh Pengelola Sanggaluri Park. Setiap instruktur membina satu kloter yang terdiri dari seratusan siswa.

“Kegiatan Manasik Haji ini diselenggarakan secara mandiri, dengan biaya dari para peserta putri 40 ribu rupiah dan putra 50 ribu rupiah. Selisih harga karena paket untuk peserta putra termasuk sewa baju ihram, sedangkan peserta putri pakaian bebas warna putih polos. Setiap peserta mendapat selembar mata uang mainan Riyal dari Pengelola Sanggaluri Park untuk membeli paket  oleh-oleh yang berisi roti, kurma dan air Zam-zam kepada petugas sehingga ada kesan yang mendalam dalam benak para peserta,” ungkap Prastiyo.

Prastiyo juga menambahkan bahwa biaya yang dibebankan persiswa seluruhnya untuk paket Manasik Haji di Sanggaluri Park  dan kembali kepada peserta. Sedangkan untuk transportasi perjalanan menuju lokasi dan perjalanan pulang dari lokasi menjadi tanggung jawab madrasah masing-masing. Tipe ibadah haji yang dipilih yaitu umroh terlebih dahulu baru kemudian ibadah haji.  Terkait materi yang dipraktekkan dijelaskan bahwa materi niat ihram, thawaf, sa’i, mabit di Mina, mengambil kerikil di Muzdalifah , melewati terowongan Mina serta melempar jumrah Ula – Wustha- Aqobah semua dipraktekkan. Sedangkan sholat sunnah 2 roka’at di Maqam Ibrahim, tahallul dan penyembelihan qurban hanya dijelaskan secara teori oleh para instruktur.

Pengawas RA/ BA-MI Kecamatan Kutasari, Mashadi yang ikut memonitoring jalannya kegiatan para siswa dan guru pendamping dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan perdana yang akan dilanjutkan dengan agenda 2 tahunan.

“Kegiatan ini sudah direncanakan satu tahun yang lalu. Seluruh panitia dari Kelompok Kerja Guru MI Kecamatan Kutasari. Ini merupakan kegiatan perdana, jadi pertama kali dilaksanakan untuk tingkat MI. Insya Allah kita jadikan agenda 2 tahunan sebagai pembelajaran yang menyenangkan bagi anak. Alasannya selain fasilitas praktek dan lokasinya memadai, juga sekaligus dapat menjadi media belajar anak. Wahana ini cukup lengkap untuk pembelajaran beberapa mata pelajaran,” jelas Mashadi.

Usai kegiatan manasik haji, para peserta dengan pengawasan guru pendamping bahkan sebagian orang tua wali murid juga tampak ikut mendampingi putra-putri mereka berganti pakaian ihram dilanjutkan istirahat dan menikmati bekal makanan maupun jajanan yang tersedia. Keceriaan para siswa pun bertambah ketika diberi kesempatan untuk menikmati arena permainan seperti trampolin raksasa dan aneka permainan lainnya.  Di samping itu di areal ini juga tersedia rumah seribu wajah, rumah gempa, rumah prestasi, rumah boneka, museum uang, museum wayang,museum narkoba, labirin tehtehan, roller coaster dll.

Saat perjalanan keluar Sanggaluri Park pun para peserta manasik masih disuguhi dengan aneka satwa cantik seperti aneka burung, aneka reptil dan beberapa hewan langka, hingga hewan air seperti Kura-kura, Berang-berang dan Buaya Muara. (sar/gt)