Manasik Haji Sebagai Bekal Beribadah Ditanah Suci

Temanggung – Mendekati pemberangkatan haji tahun 2018 hampir semua Kantor Kementerian Agama Kab/Kota telah menyelenggarakan bimbingan manasik haji di tingkat Kabupaten, seiring dengan telah berjalannya kegiatan manasik haji tersebut tidak terkecuali di Kantor Urusan Agama Kecamatan juga menyelenggarakan kegiatan manasik khususnya di Kabupaten Temanggung, semua KUA secara gabungan telah menyelenggarakan yang di mulai dari tanggal 02 sampai 06 Juli 2018.

Dikatakan oleh Kepala Kementerian Agama Kabupaten Temanggung usai membuka acara manasik haji di salah satu KUA Kecamatan, Senin (02/7).

“Kegiatan manasik haji di KUA ini sangat penting di ikuti oleh Calon Jemaah Haji yang akan di berangkatkan pada tahun 2018 ini,” tegas Saefudin.

Saefudin juga mengatakan bahwa manasik haji merupakan sebuah pelatihan tentang pelaksanaan ibadah haji secara menyeluruh yang wajib diikuti oleh calon jemaah.

“Manasik Haji ini sangat penting sebagai bekal kita nanti ditanah suci dalam menjalankan berbagai rangkaian ibadah haji,” tuturnya.

Beliau  juga mengatakan pada proses manasik haji ini, calon jamaah akan mempelajari bagaimana melakukan niat, termasuk rukun dan syarat sebelum melaksanakan haji, apa saja aturan pelaksanaan haji, apa saja yang tidak boleh dilanggar selama melakukan haji agar ketika pulangnya nanti dapat menjadi haji yang mabrur.

“Semoga dengan rangkaian kegiatan manasik haji yang dilaksanakan ini dapat memberikan pengetahuan bagi seluruh jemaah haji khususnya di Kabupaten Temanggung, sehingga nantinya dapat menjadikan haji yang mabrur,” harapnya.

Sedangkan Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Kedu H. Sujari menuturkan tahun 2018 ini semua jemaah haji harus sukses dalam menjalankan kewajiban menunaikan rukun Islam yang ke lima baik di bidang keagamaan serta rukun wajib haji yang harus diperhatikan, dengan banyaknya narasumber yang telah menyampaikan materi, di harapkan calon jemaah haji dapat sedikit tambahan ilmu di saat menunaikan ibadah haji nanti.

“Bimbingan manasik ini untuk memberi bekal kepada para jemaah calon haji agar dalam pelaksanaan ibadah haji dapat melaksanakan ibadah dengan baik dan kembali ke tanah kelahiran mendapatkan predikat haji yang mambrur. Maka hendaknya dalam bimbingan ini jangan ada yang absen,” ungkapnya.

Beliau juga menyampaikan agar calon jamaah haji harus benar-benar mempersiapkan diri secara lahir dan batin serta fisik harus prima.

“Tamu Allah harus siap meninggalkan urusan dunia, bahkan orang yang kita cintai harus kita ikhlaskan sebab ibadah kita semata-mata untuk memperoleh ridho Allah,” imbuhnya.

“Keutamaanya adalah kekhusuan. Ikuti arahan petunjuk dan arahan dari pimpinan kloter yang selalu ada untuk membimbing jamaah,” pungkasnya.(sr/sua)