Manfaatkan Teknologi Piezoelektrik, Tim Riset MTsN 1 Magelang Temukan Alternatif Solusi Penghasil Energi Listrik Terbarukan

Kota Mungkid – Kepala Kankemenag Kabupaten Magelang Zainal Fatah meninjau karya inovatif Tim Riset MTsN 1 Magelang di ruang laboratorium MTsN 1 Magelang, Rabu (8/9/2021).

Zainal Fatah, mengaku sangat bangga karena siswa-siswi MTsN 1 Magelang berhasil menciptakan alat  Piezoelektrik di bawah asuhan guru Pembina, Latif Jauhari, S.Pd.

Tim Riset MTsN 1 Magelang yang terdiri atas: 1). Naila Putri Nafisa, 2. Aghna Hasbian Nuur,3).Dewi Satiti Ningrum,4). Azhalya Yumna Septania,5) Rasya Az Zahra, menyampaikan bahwa alat itu merupakan alternatif penghasil listrik terbarukan dan ramah lingkungan. Pennciptaan alat itu  dilandasi oleh keberadaan Candi Borobudur yang merupakan tempat wisata yang dekat dengan lokasi MTsN 1 Magelang.

Candi Borobudur adalah satu satu destinasi super prioritas Indonesia. Pada tahun-tahun selanjutnya kunjungan turis di kawasan Candi Borobudur diprediksi akan semakin meningkat. Kondisi ini sejalan dengan biaya listrik untuk penerangan dan operasional yang semakin meningkat pula. Oleh sebab itu Tim Riset MTsN 1 Magelang menemukan alternatif solusi penghasil energi listrik terbarukan yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan teknologi piezoelektrik.

Peizoelektrik mampu menghasilkan energi listrik yang berasal dari tekanan. Tekanan ini dapat dihasilkan dari pijakan kaki wisatawan. Piezoelektri nantinya akan diletakan di area-area yang banyak dilalui wisatawan, misalnya area taman candi. Semakin banyak wisatawan yang berkunjung maka akan menghasilkan energi listrik yang semakin tinggi,” jelas Latif Jauhari.

Latif menjelaskan kelebihan alat modern ini adalah, Pertama, ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan bakar untuk menghasilkan listrik. Kedua, menghemat biaya listrik. Ketiga, memanfaatkan energi terbarukan berupa pijakan kaki yang potensial. Keempat, Ekonomis dan Bebas polusi

“Adapun cara kerja alat Piezoelektrik adalah sebagai berikut. Pertama, Piezoelektrik dipasang di bawah paving/lantai. Kedua,pijakan di lantai itu akan menghasilkan energi listrik. Ketiga,energi listrik yang dihasilkan akan disimpan ke aki. Keempat,  listrik di aki dapat dimanfaatkan untuk keperluan penerangan dan kegiatan operasional yang membutuhkan energi listrik,” lanjutnya.

Kepala MTsN 1 Magelang, Gunartomo, sangat mendukung adanya penemuan Tim Riset ini dan berharap semakin jaya di kancah internasional.(sih/Sua).