Manfaatkan waktu istirahat untuk pengajian

Tegal – Sudah menjadi kegiatan rutin setiap kali Ramadhan, digelar kegiatan keagamaan berupa pengajian di Kankemenag Kota Tegal. Pengajian dilaksanakan dengan memanfaatkan waktu istirahat selepas salat duhur berjamaah. Bertempat di Musalla al-Ikhlas Kankemenag, kegiatan tersebut wajib diikuti semua pegawai. Pengajian ini dimulai sejak hari pertama Ramadhan.

Format pengajian yang sebelumnya berupa kultum/ceramah keagamaan, dua tahun terakhir dirubah dengan kajian kitab. Jika kultum dengan nara sumber yang berganti-ganti, kajian kitab meghadirkan pemateri tunggal hingga hari terakhir pelaksanaan. Adalah Yazid Muttaqin pegawai di Seksi Bimas Islam yang didapuk sebagai nara sumber. Adapun kitab yang dikaji dalam pengajian ini adalah kitab Arbain Nawawi karangan Imam Nawawi al-Bantani.

Dihari kelima Ramadhan, Senin, (22/06), seperti biasa seluruh pegawai hadir mengikuti kegiatan ini. Walau untuk sebagian pegawai mengaji kitab dengan memberikan makna (maknani) adalah hal baru, kecuali bagi mereka dengan latar belakang pesantren, tetapi tidak mengurangi minat untuk mengikuti pengajian ini. Mereka dengan seksama menyimak penjelasan sang narasumber mengenai isi dan maksud kitab yang berisikan empat puluh hadits pilihan ini.

Kegiatan tersebut akan berjalan hingga hari ke dua puluh Ramadhan. Kecuali hari jumat yang bertepatan dengan pelaksanaan salat Jumat, kegiatan ini ditiadakan. Kegiatan keagamaan ini sudah menjadi tradisi tahunan dalam rangka mengisi bulan yang penuh berkah. Hanya saja ada perubahan format pengajian, dari sebelumnya yang hanya mendengarkan tausiah kini menggunakan kitab sebagai rujukan/materi pengajian.

Atas dasar instruksi Kakankemenag, seluruh pegawai wajib mengikuti kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan keilmuan dan keimanan kepada Allah Swt tersebut. Dan diharapkan nantinya bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Hal ini sebagaimana dikatakan Kakankemenag H. Nuril Anwar saat mengawali pengajian di hari pertama puasa, (18/06).

Selain pengajian, kegiatan lain yang digelar selama bulan puasa adalah tadarus al-Quran. Tadarus dilaksanakan secara bergiliran oleh masing-masing Seksi sebelum waktu dhuhur tiba. Ditargetkan selama dua puluh hari kedepan setidaknya bisa menghatamkan 30 juz Al-Quran. Takhtiman akan dilangsungkan pada waktu buka puasa bersama yang digelar mendekati akhir Ramadhan.(lil)