Masdiro : Outbond bagus untuk meningkatkan mutu lembaga pendidikan

Sukoharjo – sebanyak 40 Ustad/Ustadzah (45 yang terdaftar) Pengelola Pendidikan Madrasah Diniyah se kabupaten Sukoharjo menghadiri undangan Kantor Kementerian Agama(kankemenag) Kabupaten Sukoharjo melalui Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) untuk mengikuti Sosialisasi Pengembangan Mutu Lembaga Pendidikan Keagamaan di Ruang Aula Kankemenag, kegiatan berlangsung sehari mulai dari pukul 08.00 WIB hingga menjelang Sholat Dzuhur. Kegiatan tersebut dimaksudkan sebagai tindak lanjut rapat koordinasi (Rakor) yang sebelumnya telah diadakan antara seksi PD pontren dengan para pengelola Pendidikan madrasah diniyah bulan april yang lalu, sekaligus menjawab masukan-masukan pada saat rakor.

Dengan adanya sosialisasi tersebut poin penting yang ingin diraih adalah para pengelola Madrasah akan semakin memiliki kemampuan untuk mewujudkan lembaga Pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah yang bermutu dan berkualitas. Sebagaimana yang dikatakan oleh Kasi PD Pontren Imam Waladi disela pembacaan laporan kegiatan tersebut, “kita berharap memperoleh terwujudnya lembaga keagamaan yang semakin memiliki mutu dan kualitas khususnya pada kesempatan kali ini adalah Madrasah Diniyah Takmiliyah dan dalam tersedianya akses peningkatan mutu Lembaga Pendidikan Keagamaan”.

Kuncinya adalah sharing

Peningkatan akses dan mutu pendidikan keagamaan(pendidikan dan tenaga kependidikan) dan  peningkatan kualitas pembelajaran keagaman adalah termasuk dalam program-program unggulan dari Kementerian Agama. Pada kesempatan tersebut Kakankemenag Kabupaten Sukoharjo Masdiro dalam sambutan pengarahannya juga menggarisbawahi bahwa keberhasilan program-program unggulan dari Kementerian Agama diantaranya, tidak dapat dengan serta merta diwujudkan oleh Kementerian Agama selaku instansi tanpa adanya sinergi dengan Pendidikan  Madrasah Diniyah selaku lembaga yang akan mengimplementasikan program-program tersebut dilapangan. “sharing penting artinya bagi pengembangan mutu dan kualitas pendidikan keagamaan, Bapak Ibu selaku lembaga dan kami selaku instansi  mempunyai tanggung jawab dan kewajiban melaksanakan pelayanan dan bimbingan, harus sharing satu sama lain, kementerian agama memfasilitasi dan yang dilapangan mengimplementasikannya” Papar Masdiro.

Komunikasi yang terjalin antara lembaga pelaksana pendidikan Madrasah Diniyah dan Kankemenag Kabupaten Sukoharjo semakin tahun di evaluasi positif oleh Kakankemenag, “ upaya ini ini sudah dilakukan secara terus-menerus baik melalui Rakor yang diadakan Kankemenag melalui Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren dengan forum komunikasi Madrasah Diniyah Takmiliyah, alhamdulilah semakin tahun setelah di evaluasi semakin bagus, ini berarti ada respon positif dan peningkatan sehingga mudah mudahan implementasinya Madrasah Diniyah semakin tahun semakin meningkat kualitasnya” harapnya.

Ada dua pokok materi yang akan disampaikan dalam sosialisasi tersebut, yaitu hard skill (kebijakan Madrasah Diniyah Takmiliyah) validasi dan finalisasi kurikulum madrasah diniyah takmiliyah dan soft skill dalam bentuk outbond yang akan dilaksanakan pada hari sabtu(23/07) di Taman Hutan Rakyat (tahura) Karangpandan Karanganyar. Kegiatan outbond tersebut mendapatkan apresiasi positif dan dukungan dari kakankemenag sebagai salah satu media yang baik untuk meningkatkan komunikasi antar pengelola dan berbagi (sharing) ilmu pengetahuan untuk lebih meningkatkan mutu dan kualitas madrasah diniyah yang diampunya.  “ kegiatan outbond bagus karena akan lebih akrab satu sama lain para pengelola lembaga pendidikan madrasah diniyah ini sehingga nanti  komunikasi antar pengelola akan semakin lancar dan bagi madrasah diniyah yang mungkin baru berdiri atau yang belum maju bisa sharing dengan yang sudah cukup maju sehingga memberikan motivasi kepada yang belum maju untuk lebih baik lagi di masa yang akan datang” kata kakankemenag mengakhiri sambutannya. (Djp/gt)