Masjid Bukan Sekedar Tempat Sholat

Sukoharjo – Masjid adalah tempat ibadah kaum muslimin, keberadaanya jangan dijadikan hanya sekedar tempat untuk menunuaikan ibadah Sholat, hendaknya masjid juga berperan sebagi pusat pendidikan dan penyebaran syiar Islam.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya dalam sambutanya ketika meresmikan masjid Agung Baiturrahmah, di hadapan Wakil Bupati, Kepala Kankemenag Kabupaten Sukoharjo, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Setda, Perangkat Daerah, Ketua MUI, Pengurus FKUB, Ketua Baznas, Camat, Kepala KUA, Tokoh Masyarakat, Kyai dan Ulama serta Pimpinan Ormas Islam, di halaman Masjid Baiturrahmah Kabupaten Sukoharjo, Jum’at (04/05) .

Masjid Agung Baiturrahmah berdiri diatas tanah seluas 7.713 m2, dengan total luas bangunan 2.805 m2; yang terdiri dari bangunan masjid seluas 2.565m2, Gedung TK 195 m2 dan rumah Imam seluas 45 m2.

Suraji, Ketua Panitia Pembangunan Masjid menjelaskan bahwa proses pembangunan masjid tersebut dimulai  pada tanggal 8 Mei hingga 28 Desember 2017 dan telah menelan biaya sebanyak Rp.32.049.229.000, mulai dari perencanaan dan review hingga pembangunan fisik Masjid  yang dipercayakan kepada PT. Sinar Cerah Sempurna dan PT. Karya Bisa dari Semarang. Sedangkan untuk pengawasannya dipercayakan kepada PT. Kalaprana dari Yogyakarta.

Masih menurut Suraji, pria yang dalam kesehariannya juga menjabat sebagai Kadin PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Kabupaten Sukoharjo tersebut menjelaskan bahwa secara fisik bangunan masjid dibagi menjadi tiga lantai. Lantai pertama untuk ruang Jamaah Sholat Putra yang mampu menampung sekitar 1750 jamaah, dilengkapi dengan tempat wudlu, ruang sound system dan ruang transit sekretariat Takmir Masjid.

Lantai kedua atau lantai mezanin digunakan untuk fasilitas kantor bagi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sukoharjo, Ruang rapat, Perpustakaan dan ruang kesekretariatan bagi Ikatan Remaja Masjid. Sedangkan lantai ketiga untuk ruang sholat jamaah putri dengan kapasitas sekitar 850 jamaah dilengkapi dengan lima kamar penginapan untuk musafir dan juga Janitor.

“Kami juga menyediakan fasilitas bagi penyandang disabilitas, diantaranya jalur khusus untuk masuk ke Masjid, lift dan juga urinoir khusus, baik untuk putra maupun putri,” terang Suraji.

Acara peresmian tersebut juga dirangkai dengan pengukuhan Pengurus Masjid melalui Surat Keputusan Bupati Sukoharjo nomor 451/315/2018 tertanggal 27 April 2018, dibacakan dan dilantik langsung oleh Bupati Sukoharjo. Kepala Kankemenag Kabupaten Sukoharjo Ihsan Muhadi, yang juga terpilih sebagai Penasihat dalam Kepengurusan Takmir Masjid tersebut berharap agar masjid Baiturrahmah dapat dijadikan sebagai pusat kegiatan ke-Islaman, media pemersatu umat dan terlahirnya kegiatan yang bermanfaat untuk umat, khususnya umat Islam yang ada di kabupaten Sukoharjo.

”Terima kasih tentunya kami sampaikan kepada Bupati Sukoharjo yang telah memberikan fasilitas berupa Masjid Agung Baiturrahmah ini, semoga masjid ini dapat menjadi sarana untuk memperteguh ukhuwah Islamiyah dan pusat kegiatan ke-Islaman, dan bagi takmir/pengurus masjid yang terbentuk dari berbagai elemen masyarakat yang ada di Kabuten sukoharjo ini nantinya akan dapat menghasilkan kegiatan yang bermanfaat bagi umat Islam khususnya di Kabupaten Sukoharjo,” kata Kakankemenag.

Selain bertugas untuk mengelola, memelihara, merawat dan menjaga kebersihan masjid agar selalu indah, tertata dengan baik dan rapi, menyampaikan laporan hasil kegiatan kepada Bupati, tugas utama bagi para pengurus masjid tersebut adalah memakmurkan masjid dengan cara menyusun program kerja jangka pendek, menengah dan jangka panjang.(Djp/Wul)