Masjid Jami Nuruttaqwa Kecamatan Subah Gelar Program Baru Pengajian Alquran dengan Media Proyektor dan Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Batang – Setelah libur lebaran, masjid/musholla dan majlis taklim di berbagai pelosok nusantara kembali membuka program kajiannya. Tidak ketinggalan dengan Masjid Jami’ Nururttaqwa di desa Subah Kab. Batang. Masjid Jami’ ini, terletak di lingkungan pasar Subah. Berada di pusat keramaian, masjid ini terus meningkatkan performancenya.Tidak hanya peningkatan fisiknya, tapi juga upaya peningkatan program imarahnya dalam hal pengajian.

Setelah lebaran 1442 H, Masjid Jami ini mulai membuka kembali banyak program kajian. Sebelum lebaran, program yang sudah berjalan rutin adalah kajian Alquran dan kitab  (setiap bakda maghrib), dan kajian tematik (setiap ahad pahing).Sedang paket khusus pengajian di bulan Ramadhan 1442 H adalah sema’an Alquran (sore mulai dari jam. 16.30 WIB  sampai buka bersama), dan Kajian Tafsir Alquran dengan proyektor (setiap bakda subuh). Kajian Alquran  dengan proyektor ini semula menjadi program baru rutin, setiap Ahad bakda subuh di mulai ahad kemarin (23/5)

“Alhamdulillah respon jamaah bagus atas kajian Alquran dengan menggunakan proyektor selama Ramadhan lalu.  Berdasarkan permintaan dari jamaah, kami jadikan program pengajian baru di setiap ahad bakda subuh di waktu setelah lebaran ini.’. kata KH Syamsudin, KetuaTakmir Masjid Jami Nuruttaqwa Subah.

Dia menambahkan bahwa kegiatan rutin ini diawali dengan tahsinul quran, pemaparan tafsir serta di buka Tanya jawab.

“ Program kajian Alquran ini, diawali dengan tahsinul Quran oleh KH. Afif, yang ditirukan oleh jamaah dan dilanjutkan dengan pemaparan tafsir Alquran oleh saya , kemudian tidak lupa dilanjutkan dengan Tanya jawab. Dan penting kami sampaikan , bahwa kami tetap istiqomah berupaya menjaga Protokol Kesehatan,” imbuh KH. Syamsudin yang merupaka  alumni PP. Al Munawwir Krapyak Yogyakarta ini.

Sementara itu Ketua Pokjaluh Kab. Batang Hj. Al Mukaromah, mengapresiasi kegiatan yang tetap mentaati protocol kesehatan ini,

“ Kami ikut bangga, Masjid Jami Nuruttaqwa yang cantik bangunannya ini, juga  masih bias terus mempercantik kegiatan-kegiatan dengan tetap mematuhi protocol kesehatan,  Semoga jamaahnya yang beragam dari mulai yang muda hingga yang sepuh, yang pekerja dan Ibu Rumah tangga tetap sehat lahir dan batinnya. Amin, “ jelas Hj. Almukaromah.

Di saat yang sama Takmir Masjid dan Remaja Masjid  juga menyampaikan kesiapannya untuk menyukseskan program baru tersebut.

“ Kami siap mensukseskan program baru ini, baik sebagai jamaah sekaligus operator proyektornya,” tutur H. Tarjo yang juga pensiunan Pengawas sekolah ini.

“ Saya siap memvideokan dan mengedit Pengajian Oleh KH. Syamsudin ini untuk bisa kita share kepada masyarakat luas,” imbuh Sayuti salah seorang penggerak Remaja Masjidnya.

Salah satu jamaah yang rutin mengikuti kegiatan Hj. Kisworo mengungkapkan rasa senangnya dapat mengikuti kajian rutin ini, menurutnya semuah permasalahan yang dia belum paham bias langsung ditanyakan, sehingga memperoleh ilmu baru yang selama ini belum dimengerti.

 “Kami Bahagia sekali atas dibukanya program baru ini, karena banyak problem keagamaan yang bias ditanyakan di sini, jadi bertambah ilmu agama kami. Semoga kami semua mendapat ilmu manfaat dan barokahnya,amin,”  respon Hj. Kisworo.

Masjid Nuruttaqwa sejak awal pandemic memang diakui masyarakat,  sangat konsisten patuh dengan program pemerintah untuk mentaati protokol Kesehatan.  Baik dalam pengajian,  shalat rawatib , shalat Ied maupun dalam kegiatan lainnya. ( Almukaromah / Zy )