Masyarakat Gringsing Gelar Shalat Khusuf Al Qomar, Saat Gerhana Bulan

Batang – Allah menciptakan dan mengatur jagat raya ini pasti ada hikmah di dalamnya. Pada Rabu (26/05) langit Indonesia sekira pukul 18.10 WIB mendadak gelap oleh karena fenomena alam gerhana bulan. Dalam mitos dan pemahaman Jawa Kuno terjadinya gerhana bulan yang mengakibatkan bulan tidak terlihat disebabkan karena bulan itu dimakan oleh Bathara Kala, tokoh dalam pewayangan yang berbuat kejahatan. Maka dari itu kita sering mendengar pemahaman dan cerita turun temurun oleh sebagian masyarakat bahwa jika terjadi gerhana bulan bagi ibu hamil untuk tidak keluar dan diharapkan bersembunyi di dalam rumah, dikhawatirkan bayi yang dikandung oleh sang ibu akan dimakan juga oleh Bathara Kala.

Berbeda dengan masyarakat muslim yang taat pada Tuhan-Nya, gerhana bulan dijadikan sebagai ajang untuk bertafakur dan ndepe- ndepe, mendekatkan diri kepada Allah SWT. Malam itu setelah menunaikan shalat maghrib warga masyarakat desa Gringsing Kecamatan Gringsing menggelar shalat Khusuf Al Qomar di Masjid Al A’la. Bertindak sebagai Khatib Zaenal Abidin dan Imam Shalat Gerhana oleh Solichin Syihab.

Dalam khutbahnya khatib berpesan agar masyarakat tidak usah mengaitkan terjadinya gerhana bulan dengan bencana alam atau kematian seseorang. Terjadinya Gerhana Bulan merupakan siklus dari alam raya yaitu Bumi, Bulan dan Matahari bergerak sesuai dengan peredarannya.

Dihubungi secara terpisah, H. Jaenudin, Kepala KUA Kec. Gringsing mengatakan bahwa dirinya sangat mendukung dan mengapresiasi penuh kegiatan shalat khusuf yang dilakukan oleh masyarakat.

“ Seiring dengan perkembangan zaman serta derasnya arus globalisasi dan informasi lambat laun telah mengikis pemahaman masyarakat tentang gerhana bulan yang menganggap bahwa bulan dimakan oleh Bathara Kala, “ kata Jaenudin.

Sementara itu koordinator Penyuluh Agama Islam Kec. Gringsing Susahlit Danang Prakoso mengucapkan terima kasih kepada Irfan Darwanto, Penyuluh Agama Islam Non PNS yang dalam desa binaannya ikut menyukseskan penyelenggaraan shalat gerhana bulan. Semoga koordinasi teman- teman penyuluh di desa binaan dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat tetap terjalin baik dan akhirnya ketika ada peristiwa semacam ini kita tidak terlalu kerepotan dalam meyelenggrakan kegiatan keagamaan.(danang/Zy)