Masyarakat Rembang Peringati Haul Sunan Bonang

Rembang – Selama seminggu, masyarakat Rembang, khususnya Kecamatan Lasem menggelar Haul Sunan Bonang yang diadakan di Desa Bonang, Kecamatan Lasem.  Rangkaian acara ini diadakan pada 23 – 29 Juli 2018 atau bertepatan dengan 9 – 16 Dzulqa'dah 1439 H.

Beberapa jenis kegiatan yang digelar selama Haul ini di antaranya, khotmil Qur’an, bacaan yasin dan tahlil, dan pengajian akbar.

Sejumlah penceramah ternama dihadirkan dalam acara ini, yaitu  Pengajian Akbar Selasa malam (24/7/2018) di Pesarean insya Allah menghadirkan Habib Umar Al Muthohar (Semarang) dan sholawatan yang dipimpin oleh Habib Novel Al Muthohar (Semarang).

Sementara pada Rabu pagi (25/7/2018), pengajian akbar dan isitigosah di Pesarean Sunan Bonang diisi oleh KH Abdul Qoyyum dari Lasem, pengajian pada Jum’at pagi (27/7/2018) di makam Jejeruk diisi oleh KH Zaim Ahmad Ma’shum dari Lasem, dan Minggu pagi (29/7/2018) di Pasujudan Sunan Bonang diisi oleh KH Syarofuddin dari Rembang.

Haul ini merupakan tradisi tahunan yang dilakukan oleh masyarakat Desa Bonang pada khususnya, dan masyarakat Rembang serta luar kota. Sunan Bonang merupakan salah satu wali Songo yang menurut keyakinan warga setempat, makamnya berada di Desa Bonang, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang.

Ada beberapa titik lokasi yang dianggap bersejarah di Desa Bonang ini. Yaitu makan Sunan Bonang, makam Putri Cempa dan makam Raden Abdul Rahmad (Sultan Mahmud). Bukan hanya waktu haul saja. Setiap hari, kompleks makam Sunan Bonang ini selalu didatangi pengunjung dari berbagai kota di Indonesia.

Penceramah pada pengajian akbar, KH Syarofudin mengatakan, masyarakat Rembang perlu menjadikan Sunan Bonang sebagai suri tauladan. “Maulana Makdum Ibrahim itu seorang wali yang ketaatannya kepada Yang Kuasa perlu kita teladani. Hingga wafat dan dikubur jasadnya masih utuh,” katanya.

KH Syarofudin juga berpesan kepada jemaah untuk mencintai majlis ilmu. Sebab akan sangat bermanfaat bagi kehidupannya. — iq/bd