Mau Karir, Harus Buat Karya Ilmiah

Demak – Enam hari sudah kita menempa ilmu di DDWK (Diklat Di Wilayah Kerja) Tentang Diklat Teknis Substantif Publiasi Ilmiah bagi Guru Madrasah, rasanya cukup singkat, namun waktu yang sedikit kami yakin para peserta dari awal sampai akhir mengikuti dengan disiplin dan mendapatkan ilmu yang sesuai kita harapkan, hal ini disampaikan Muhroji Arifin dari Balai Diklat Keagamaan Semarang pada acara Penutupan DDWK di Kantor Kemenag Kab. Demak, Sabtu (19/05).

Lebih lanjut Muhroji mengatakan, menulis Karya Ilmiah itu dilatar belakangi Rajin membaca, sedang latar belakang rajin membaca karena kebutuhan, termasuk Diklat kali ini, yaitu Diklat Teknis Substantif Publikasi Ilmiah bagi guru madrasah ini sebenarnya untuk para guru itu sendiri.

“Kalau ingin karirnya naik dan kesejahteraannya naik maka tekuni hal tersebut, karena Karya Imliah sebagai syarat,” jelas Muhroji.

Sedang Ka Sub Bag TU Kemenag Kab Demak Muhaimin mengatakan, selain sudah mendapatkan ilmunya, peserta perlu ketekunan dan sungguh sungguh dengan rajin membaca, memperbanyak referensinya, sehingga akan lebih mempermudah para guru madrasah membuat Karya Ilmiah.

Lebih lanjut Muhaimin mengatakan, DDWK Diklat Teknik Substantif Publikasi Imliah ini sebagai sarana awal untuk mencari ilmu, kalau ilmu sudah didapat untuk bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin dan untuk direalisasikan di tempat tugasnya msing-masing, sehingga kalau mau sungguh-sungguh pasti akan memetik hasilnya dan ilmunya untuk bisa ditularkan kepada guru-guru madrasah yang lain.

Terakhir Muhaimin meminta kepada Pihak Diklat untuk tidak bosan-bosannya memberikan kesempatan kepada pegawai dan para guru di jajaran Kantor Kemenag Kab. Demak untuk mengikuti program program Diklat dari Balai Diklat keagamaan Semarang baik di Diklat Keagamaan Semarang atau DDWK. (msfk/gt)