Maulid Nabi Momentum Perubahan

Banjarnegara – Panitia Hari Besar Islam/ Penitia Pengajian Umum (PHBI/PPU) kabupaten Banjarnegara dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini mengadakan Pengajian Akbar dengan mengambil tempat di Pendopo Dipayudha Adhi Graha, Selasa (12/12).

Dalam sambutan Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono berharap menjadikan peringatan Mualid Nabi ini sebagai momentum perubahan. Perubahan menuju Banjarnegara berkemajuan. Salah satunya pemerintah menegakkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sebagaimana Amanat peraturan Bupati Banjarnegara Nomor 46 tahun 2014 tentang Pemberhentian Sementara Penerbitan Izin Usaha Karaoke di Banjarnegara, dimana Pemkab hingga 2019 tidak menerbitkan ijin tempat usaha karoke baru. “Mohon dukungan dari Alim Ulama, Kyai, tokoh agama dan Ormas di Banjarnegara untuk menjalankan Perbub tersebut, “ucapnya.

Perbub menyebutkan bahwa selama 5 tahun, diberlakukan moratorium izin karaoke baru yang berlaku 2014 – 2019. Usaha karaoke karaoke yang sudah ada, akan dimonitor operasionanya. Jika ternyata tidak sesuai perizinan dan melanggar peraturan, maka akan di tindak tegas. Hal ini sebagai respon desakan Ormas Islam dan ulama di Banjarnegara terkait maraknya kemaksiatan akibat alih fungsi tempat karaoke menjadi tempat maksiat.

Pengajian Akbar juga diharidir Wakil Bupati Banjarnegara, DPRD Kabupaten, Kakankemenag, Lemtekda, Unsur Pemerintahan, Ormas Islam, Camat, KUA Kecamatan, penyuluh fungsional dan siswa-siswa SMA/MA di sekitar Banjarnegara.

Tausiah Pengajian disampaikan oleh Ust Drs. H.  Iskandar Zhang,  M. Ag yang juga menjabat Ketua PITI (Persatuan Islam Tionghoa Indonesia)  Jawa Tengah. Ustadz Iskandar menyinggung Perubahan dalam peringat Maulid Nabi tahun 2017.

Kehidupan beragama dalam kebhinekana mendapatkan tantangan berat beberapa tahun ini. Dekadensi moral, pemberitaan hoax dan berbagai masalah benturan agama di Indonesia mulai pada tahap membahayakan. Perlunya bekal kekuatan iman, keteladanan.

Sejarah Korelasi Islam dan Tionghoa sudah terbentuk, bagaimana utusan nabi yakni Saad Bin Abi Waqos yang menyebarkan Islam di tanah China, dan mendirikan masjid pertama di China.

Nabi di turunkan membawa kedamaian, sebagaimana tertuang dalam konsep pertama yakni piagam madinah.  Dengan piagam tersebut Muslim dan non muslim saling menghargai dan menghormati. Orang Islam harus memahami arti dasar hukum dan sikap hukum agar tidak bermasalah dalam praktek di masyarakat dan pergaulan.

Umat Islam perlu perbaikan dengan perubahan, tentunya perubahan menuju yang baik meninggalkan yang buruk sebagaimana sudah disampaikan dalam kitab Al Quran. Umumnya perubahan sulit dilakukan, namun dengan proses belajar hal ini bisa terwujud (Nangim/Af)