Melalui Safari Sholat Subuh, Ajak Masyarakat Sholat Berjamaah

Pemalang – Sebagaimana disebutkan dalam salah satu hadits jika dalam bulan Ramadhan awalnya terdapat rahmat, tengahnya ampunan, dan akhirnya terdapat pembebasan api neraka. Taufik Rahman selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pemalang menyebutkan hal tersebut menjadi salah satu landasan bagi umat Islam berbondong-bondong meningkatkan ketakwaan di bulan Ramadhan.

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan safari sholat Subuh jajaran Kankemenag bersama masyarakat di Masjid Baitussalam Desa Bulu Kecamatan Petarukan, Rabu (14/6). Taufik hadir bersama Kepala KUA Kecamatan Petarukan, Taman, dan Pemalang, Kepala MTs Negeri Petarukan, Pengawas Madrasah dan PAI Kecamatan Petarukan, dan Penyuluh Agama Islam Kecamatan Petarukan.

Maksud kegiatan safari sholat dilaksanakan pada saat sholat subuh dijelaskan Taufik untuk mendorong umat Islam untuk senang sholat berjamaah di masjid, terlebih lagi sholat Subuh.

“Kami berupaya mendorong masyarakat untuk senang menjalankan sholat berjamaah di masjid. Alhamdulillah masyarakat Bulu masih menjalankan syariat Islam yaitu sholat Subuh. Semoga jamaah sholat Subuh kali ini banyak bukan hanya karena ada kegiatan silaturahmi jajaran Kemenag,” tutur Taufik.

Ia menjelaskan ciri-ciri orang yang bertakwa tidak hanya saat Ramadhan saja, namun di waktu yang lainnya. Menurutnya ada dua jenis takwa yaitu takwa yang bersifat pribadi seperti sholat, puasa, dan haji. Dan yang kedua adalah takwa untuk kepentingan umum, kepentingan sosial misalnya zakat dan sedekah.

“Mumpung kita masih diberikan kesehatan, mari kita beramal soleh, bersedekah baik uang, tenaga, maupun doa. Sebagaimana disebutkan jika sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain. Melalui sedekah kita turut membantu Pemerintah dalam hal pembangunan. Karena Pemerintah tidak bisa seluruhnya membangun di segala bidang, harus ada peran serta masyarakat.” jelasnya.

Selanjutnya Taufik mengajak umat Islam untuk menjaga kerukunan. Semua agama yang diakui negara Indonesia mengajarkan kebersamaan, toleransi, kerukunan. Terlebih agama Islam adalah rahmatan lil’alamin.

“Kita wajib rukun terutama sesama umat Islam, jangan saling menyalahkan, mengkafirkan hanya karena berbeda ritual ibadahnya. Kita patut bersyukur umat Islam di Indonesia bisa tenang beribadah. Hal ini berbeda dengan saudara muslim yang ada di negara konflik.

Oleh karena itu, mari kita jaga perdamaian, persatuan, dan kesatuan NKRI. Semoga Indonesia bisa menjadi negara darussalam, baldatun thayyibatun warabbun ghafur,” himbaunya.

Mengakhiri sambutannya, Taufik meminta masyarakat untuk menjaga keluarga dari pergaulan bebas, narkoba, miras. Biasanya menjelang Idul Fitri banyak masyarakat yang mudik kembali ke kampung halaman. Perlu diperhatikan apabila ada yang membawa narkoba maupun pengaruh buruk dari ke lingkungan masyarakat. (fi)