Melayani Jemaah Tugas Utama Petugas Haji

Boyolali (PHU) – Pada hari ketiga berjalannya kegiatan pelatihan terintegrasi petugas yang mendampingi jemaah haji tahun 1439 H/2018 M di asrama haji Donohudan, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Muhammad Lutfi Hamid memberikan paparan di hadapan peserta tentang manasik haji bagi petugas, Rabu, (02/04/2018).

“Manasik haji untuk petugas utamanya yaitu melayani, kalau ada petugas haji yang orientasinya untuk dirinya sendiri,  saya nilai hajinya yang seperti ini hajinya tidak mabrur. Karena tidak berpijak kepada kemaslahatan untuk melayani jemaah,” terang pria yang akrab disapa dengan panggilan Hamid.

Dalam paparannya mengenai manasik haji petugas, Hamid juga bercerita tentang pengalamannya dalam berhaji. Dia juga menerangkan bahwa setiap pelaksanaan ibadah haji, ada yang disebut dengan penyakit didalam ibadah haji.

“Kebanggaan kita untuk selalu berangkat menunaikan ibadah haji, baik itu menjadi petugas maupun sebagai jemaah haji inilah yang dinamakan dengan penyakit dalam ibadah haji,” jelasnya.

Beliau menjelaskan bahwa kuantitas dari banyaknya pengalaman sudah pernah berhaji, tidak menjadi indikator ketaatan kita kepada Allah dibandingkan dengan orang lain. Dalam pelaksanaan tugas sebagai petugas haji nantinya, juga akan terdapat godaan tugas yang lebih berat. Semua petugas harus dapat melihat bagaimana kondisi jemaah haji saat beribadah di tanah suci, bagaimana jemaah haji itu dapat menyelesaikan ritual ibadah hajinya dengan baik.

Hamid juga menekankan agar seluruh petugas dapat memperhatikan ritual ibadah jemaah haji, khususnya terkait dalam hal jadwal lempar jumrah, tarwiyah dan resiko dari pelaksanaannya. Selain itu petugas harus dapat melihat permasalahan terkecil dari jemaah, semisal apabila adanya jemaah haji yang masih belum bisa memakai kain ihram.

Di akhir paparan, beliau juga berpesan agar semua petugas haji dalam menyelesaikan laporan pelaksanaan petugas haji kloter tidak menjadi beban tersendiri dari petugas.

“Saat membuat laporan jangan dijadikan ini sebagai beban, ini memberikan nilai positif terhadap citra penyelenggaraan ibadah haji karena dari laporan pelaksanaan yang baik akan menjadi ‘trust’ bagi pihak lain,” pungkasnya. (djs/gt).