Melepas Purna Tugas Dengan Bekal Senyum & Kenangan Indah

Pati – Ada pertemuan, tentunya ada perpisahan. Hal ini biasa terjadi di institusi mana pun. Seperti terlihat di pagi nan cerah ini, dalam acara pembinaan mental pegawai sekaligus perpisahan purna tugas ASN Kantor Kementerian Agama Kab. Pati secara sederhana, yang dilaksanakan di aula kantor setempat, Selasa (30/10/2018).

Setelah mengabdikan diri selama hampir 35 tahun, Thoif Wahab mengakhiri masa tugasnya sebagai ASN Kantor Kementerian Agama Kab. Pati dengan paripurna.

Dalam sambutan arahan Kepala Kantor Kemenag Kab. Pati, Imron menyampaikan permintaan maaf apabila selama berteman terdapat salah dan khilaf, disamping itu Imron juga mengucapkan selamat kepada pak Thoif Wahab yang sudah berhasil menyelesaikan masa baktinya, karena itulah yang diidam idamkan semua para ASN, ujarnya.

Marilah bersyukur kepada Allah SWT. Ini adalah hari-hari penuh nikmat, karena ASN disini bisa pensiun dengan khusnul khotimah, imbuh imron

Seperti kita tahu pada akhir – akhir ini banyak para ASN yang terlibat kasus baik dari narkotika maupun tindak pidana lainnya sehingga secara terpaksa harus diberhentikan. Dan itu jangan sampai terjadi pada teman – teman di Kankemenag Kab. Pati khususnya. Selain itu Imron juga menambahkan meskipun baru sebentar mengenal pak Thoif, dirinya merasa sangat akrab sebab pak Thoif sering menemani saya ngobrol dan membagi ilmunya tentang kepramukaan, bahkan memberi saya kenang-kenangan berupa satu stel baju pramuka, jelas Imron sambil berkelakar.

Pada kesempatan yang sama dengan mata yang berkaca-kaca Thoif Wahab juga mengucapkan permintaan maaf kepada seluruh karyawan/karyawati Kankemenag Kab. Pati jika dalam melaksanakan amanah yang diberikan kepadanya, masih terdapat kekurangan. Namun, itulah gunanya belajar bekerja untuk bisa memberikan yang terbaik, tuturnya.

Thoif juga membagikan tips dalam bekerja supaya bekerja itu penuh dengan keikhlasan, baik dan berhasil. Tidak banyak yang dapat saya ucapkan, karena kenangan bersama teman – teman sangat berkesan baik didiri saya, ucapnya sambil mengusap air matanya.

Di akhir kata pamitannya, Thoif tidak lupa memberikan pantun yang sangat familiar “kalau ada sumur diladang boleh kita menumpang mandi, dan kalau ada umur panjang boleh kita berjumpa lagi” disambut gelak tawa seluruh ASN di aula.

Sementara Heri Hariawan yang mewakili teman satu ruangan dengan Thoif menyampaikan, Pak Thoif sudah dianggap seperti ayah disini, selain itu kami merasa kehilangan karena Pak Thoif juga yang sering jadi perwira serta pengatur upacara bendera. Meskipun begitu Heri berharap agar silaturahmi selalu tetap terjalin. (Athi’/bd)