Memaknai Hari Pahlawan dengan Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Banjarnegara – Hari Pahlawan tahun ini, Polres Banjarnegara bersepakat mengisi kegiatan dengan Pangajian Akbar yang digelar Ahad (05/11). Dengan mengambil tempat di halaman Polres Banjarnegara dan mengundang Maulana Al Habib Luthfi Bin Ali Bin Hasyim bin Yahya dari Pekalongan dan KH. Raden Syarif Rahmat RA, dari Jakarta.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 7.000 undangan memenuhi tempat acara dimulai pukul 19.30 WIB. Pengajian Akbar juga dihadiri yang mewakili Kapolda Jawa Tengah, Bupati Banjarnegara, DPRD Kabupaten, Kakankemenag, Forkompinda, Unsur Pemerintahan, Ormas Islam, KUA Kecamatan tokoh masyarakat dan agama, juga pimpinan pondok pesantren sekabupaten Banjarnegara.

Pengajian mengambil tema Memperingati Hari pahlawan Guna Mempererat Ukhuwah Islamiyah, persatuan dan Kesatuan Bangsa, serta Cinta Tanah Air.

Selain untuk meningkatkan rasa satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa, kegiatan juga untuk menghormati para pahlawan syuhdada yang telah membayar kemerdekaan dengan tetesan air mata dan cucuran darah dan nyawa. “Mari rapatkan barisan, dengan mempererat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah watoniyah, dan  ukhuwah basyariah. Satukan persepsi walau berbeda dan jangan jadikan perbedaan sebagai api permusuhan dan kebencian sesama warga Indonesia,” tegas ketua Panitia.

Untuk mewujudkan hal tersebut di butuhkan sifat saling menghargai,  menghormati dan tasamuh.  Dengan menjaga persatuan dan kesatuan serta mencintai NKRI agar tetap lestari dan tetap jaya, sebagaimana Allah memberikan kecintaanya kepada bangsa Indonesia, lanjutnya.

Kapolres Banjarnegara, AKBP Nona Pricillia Ohei yang memiliki inisiatif mengisi hari pahlawan dengan pengajian akbar berharap Apa yang diperjuangkan para pahlawan tidak sia-sia.  Tugas kita menjaga dan merawat hasil perjuangan kemerdekaan yang diraih, “Kita harus bisa menjaga 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila,  UUD 45, NKRI,  Bhineka Tunggal Ika,” katanya.

Sedangkan Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono yang hadir mengapresiasi apa yang digagas oleh Polres Banjarnegara beserta jajarannya yang bertujuan agar ukhuwah Isamaliyah dan persatuan di Banjarnegara terwujud. Selain itu, elemen masyarakat diharapkan ikut berperan aktif menjaga lingkungan dan mengawal kebijakan pemerintah yang termasuk baru.

Harapan yang sama disampaikan Slamet Suroso dari perwakilan Kapolda Jawa Tengah yang hadir, yang berharap kegiatan dapat meningkatkan kerukunan dan rasa cinta tanah air, yang akan berimbas pada menururnkan kriminalitas di Jawa Tengah.

Tausiyah awal di sampaikan oleh KH. Raden Syarif Rahmat RA berisi bersyukur dengan kemerdekaan yang diberikan Allah SWT dengan bentuk Indonesia yang berisi keragaman, namun tetap terjaga kesatuan dalam bentuk NKRI. Salah satu resepnya adalah karena adanya Islam yang Tawassut Pertengahan, Tawasul dalam menjaga keseimbangan dan Tassamuh dalam perbedaan, dan ini yang tidak dimiliki negara lain.

Habib Luthfi dalam Tausiah paruh kedua menekankan untuk menghargai perjuangan para syuhada yang berjuang untuk kemerdekaan. Utamanya untuk “generasi sekarang tidak kepaten obor”. Sejarah mencatat bagaimana perjuangan para pahlawan, bagaimana Islam membawa kedamaian datang ke Nusantara khususnya Indonesia. Hal ini perlu untuk ditanamkan juga ke generasi muda sebagai bibit cinta tanah air Indonesia, menghormati para pejuang pendahulu, juga tetap membawa jati diri, menjaga kehormatan, menghargai perjuangan bangsa Indonesia. (Nangim/Af)