Memasuki Final, Kafilah Jateng Bersaing dalam 5 Cabang

Mataram – Suasana yang hening dan khusu’ mendengar finalis kafilah MTQ dengan suara dan variasi lagunya yang sangat merdu dari arena majlis Bidang Tahfidz 30 Juz di Gedung Taman Budaya Mataram. Hanyut pulalah, para pendamping dan suporter, suasana yang penuh semangat dan hikmat dalam mengawal kafilahnya saat detik-detik final penentuan kejuaraan dalam MTQ.

Kasi Pengembangan Tilawatil Qur’an Kemenag Kanwil Jateng, Zaenatun menuturkan bahwa dalam perhelatan penentuan kejuaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) terlihat sangat ketat sekali, namun kafilah Jawa Tengah masih mampu menyumbangkan 5 finalis dari bidang tahfidz 30 Juz putra-putri, 20 Juz putri, Tafsir Bahasa Indonesia Putri, dan Tafsir Bahasa Arab Putri untuk mengikuti final.

Zaenatun menambahkan, “Yang terpenting, dukungan dlohir dan doa batin harus kita lakukan, maka dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), pembimbing dan offical selalu mendoakan agar seluruh kafilah utamanya lima kafilah Bidang Tahfidz dan tafsir tersebut, dalam merebut kejuaraan dapat berhasil.”

Sementara itu, Kepala Bidang Penyuluh Agama Islam Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Jateng, Ahyani menyampaikan bahwa Kafilah Jateng maju dalam babak final akhir sejumlah 5 orang sudah cukup luar biasa, dan kita berdoa segala usaha melalui pelatihan, penjaringan dari Kabupaten hingga provinsi hingga nasional kafilah jateng Alhamdulillah masih ikut final.

“Dengan maju final ini kita tunggu hasilnya di malam penutupan nanti, semoga atas ijin Allah kafilah Jawa Tengah diberi kesehatan dan berhasil mendapat juara, dan yang lebih penting saya merasakan event nasional MTQ di NTB ke XXVI berjalan lancar dan meriah sekali dari segi pelaksanaan musabaqoh, respon masyarakat sangat kuat, sehingga syiar al Qur’an melalui event ini sangat terlihat sekali, dan ini mungkin karena pengaruh masyarakat dan dukungan pemerintahnya pula”, ucap Ahyani yang juga sekretaris LPTQ Jateng.

Ahyani berharap kepada kafilah yang telah mengikuti laga nasional yang belum mengikuti final jangan sampai berkecil hati, saya harap tetap semangat dan sebaliknya bagi yang ikut final saya berpesan “hendaknya berusaha terus menerus bahwa lomba sebagai pengalaman kompetisi yang penuh makna sehingga dapat mendorong, memancing kepada adik-adik untuk mencintai Al Qur’an serta mengembangkan ilmu Al Qur’an dari berbagai segi disiplin ilmu,” harapnya.

Perjuangan dan mendakwahkan Al Qur’an melalui MTQ ini sangat efektif terutama dalam mendidik anak untuk meningkatkan kompetensi dari segi ilmu hafalan, tafsir, pemahaman dan terpenting lagi mengamalkannya. “Musabaqah/lomba itu hanya wahana temporal atau sesaat sebagai tempat mengingatkan, menyiarkan lagi-lagi supaya Al Qur’an itu mampu dibumikan dalam sanubari manusia pada umumnya,” tambahnya.

Pesan terakhir, Ahyani di teras hotel Mataram semoga kafilah Jawa Tengah seraya berdoa mendapatkan juara satu dengan mendali emas dari lima kafilah nanti. (ali)