Membangun Bangsa Dengan Literasi

Surakarta – Literasi, telah menjadi istilah yang sering dibicarakan akhir-akhir ini. Istilah yang berkaitan dengan aktivitas membaca dan menulis itu telah menjadi isu nasional yang hangat. Kenapa ? Berdasarkan survei Programme for International Students Assesment (PISA) yaitu survei yang dilakukan untuk mengukur kemampuan anak berusia 15 tahun dalam membaca, matematika, dan sains tahun 2018, tingkat literasi Indonesia menempati peringkat 64 dari 72 negara, artinya budaya literasi kita masih perlu dikembangkan.

Berangkat dari latarbelakang itulah, Gerakan Menulis Buku Indonesia (GMBI) menghelat acara Sayembara Literasi se-Soloraya untuk guru dan siswa. Kegiatan yang menggandeng Balai Bahasa Jawa Tengah ini, digelar pada momen bulan bahasa Oktober 2018. Sayembara diikuti oleh guru dan siswa di Soloraya. Dalam kesempatan ini Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta mengirimkan guru dan siswa berpartisipasi. Salah satunya adalah Rusdi Mustapa. Bersama ribuan guru se-Soloraya, Rusdi mengirimkan artikel dengan judul “Membangun Bangsa dengan Literasi”.

“Artikel ini berisi pemikiran tentang pentingnya literasi bagi suatu bangsa. Literasi memiliki hubungan yang vertikal dengan kualitas bangsa,” kata Rusdi, saat ditemui Sabtu, (16/2/).

“Karena wawasan, mental, dan perilaku seseorang salah satunya tergantung dari tingginya minat membaca buku. Kualitas suatu bangsa ditentukan oleh kecerdasan dan pengetahuannya, sedangkan kecerdasan dan pengetahuan dihasilkan oleh seberapa ilmu pengetahuan yang di dapat, sedangkan ilmu pengetahuan didapat dari informasi yang diperolah dari lisan maupun tulisan”, lanjut Rusdi

Artikel Rusdi bersaing dengan ribuan artikel yang lain. Artikel-artikel itu kemudian diseleksi oleh dewan juri yang terdiri dari praktisi pendidikan, Kementerian Pendidikan Nasional, GMBI dan Balai Bahasa Jawa Tengah. Setelah melalui proses yang panjang, artikel Rusdi terpilih menjadi salah satu artikel yang telah dibukukan bersama 28 artikel yang lain dalam bentuk buku berjudul “Bayang Terang Pendidikan”.

Menurut Slamet Budiyono, selaku kepala MAN 1 Surakarta, sangat mengapresiasi yang telah diraih Rusdi.

“Selamat kepada pak Rusdi karena artikelnya terpilih dari ribuan artikel yang lain serta telah dibukukan. Ini menjadi penyemangat kita untuk mengembangkan budaya literasi di madrasah, baik untuk guru dan siswa,” kata Slamet Budiyono. (rusdi-rma/bd)