Membangun Budaya Toleransi Bagi Pelajar, Kepala Kemenag Isi Sarasehan Moderasi Beragama

Wonosobo – Dalam upaya membangun sinergi lintas sektoral dan mensosialisasikan Moderasi Beragama di seluruh kalangan Masyarakat Kabupaten Wonosobo, Kankemenag Kab. Wonosobo hadiri kegiatan Sarasehan dan Dialog Moderasi Beragama bagi Pelajar SMA/SMK di Wonosobo, yang diadakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Badan Kesbangpol) Kabupaten Wonosobo.

Acara yang dihelat di Ruang Pertemuan Arpusda Kab. Wonsoobo, Rabu (24/11) tersebut, diikuti oleh lima puluh orang terdiri dari anggota FKUB Kab. Wonosobo, Generasi Muda FKUB Wonosobo, Guru Pendamping dan Siswa-siswi SMA/SMK di Kabupaten Wonosobo, sekaligus menghadirkan dua narasumber yakni Kakankemenag Kab. Wonosobo, Ahmad Farid serta Ketua FKUB Wonosobo, Zaenal Sukawi. Acara digelar  dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Kepala Badan Kesbangpol, Didiek Wibawanto, dalam sambutannya mengajak generasi muda untuk dapat mengimplemantasikan nilai-nilai toleransi keberagaman, saling menghormati, cinta damai dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, sehingga akan tercipta persatuan dan kesatuan bangsa.

Selanjutnya dalam materinya, Ahmad Farid, menyampaikan terkait membangun sikap dan budaya toleransi bagi pelajar. Menurutnya, sikap toleransi tidak memiliki batas waktu, tempat maupun dengan siapa,

“sebagai generasi millenial yang merupakan agen perubahan dan penerus bangsa, diharapkan mampu menumbuhkembangkan nilai-nilai wawasan kebangsaan dan sikap toleransi. Toleransi adalah sifat dan sikap toleran yang biasanya ditunjukan untuk menghormati adanya perbedaan pendapat, agama, ras, dan budaya pada setiap orang atau kelompok,” kata Farid.

Ia menambahkan, toleransi sebagai sebuah sikap positif memiliki banyak manfaat dalam kehidupan, terlebih di Indonesia yang masyarakatnya beragam atau majemuk, “banyak sekali manfaat dari toleransi diantanya akan menguatkan sikap nasionalisme kita, menciptakan keharmonisan dan kedamaian, meningkatkan rasa persaudaan, dan menjaga perbedaan,” imbuhnya.

Farid, juga mencontohkan langkah kecil yang bisa dilakukan oleh para pelajar untuk menumbuhkan rasa toleransi dalam kehidupan berhari-hari, “mulailah dari langkah kecil untuk menjangkau langkah yang besar. Contohnya mulai dari berteman dengan siapa saja, tidak memotong pembicaraan orang, mengemukakan pendapat dan kritik sewajarnya dan menghargai pendapat yang berbeda,” tandas Farid.

Ia berharap, para pelajar juga memahami terkait moderasi beragama, dimana dalam mempraktikan dan memahami ajaran agama secara adil dan berimbang untuk menjauhi sikap ekstrim.

Usai pemaparan materi dari Kakankemenag Kab. Wonosobo, dilanjutkan penyampaian materi oleh Ketua FKUB Wonosobo. Dalam materinya,, Zaenal Sukawi, menyampaikan tentang membangun moderasi beragama generasi milenial di era transformasi digital, mulai dari sharing makna moderasi beragama, rukun dan signifikansinya, memahami generasi milenial atau generasi Z dan karakter remaja, Transformasi Digital dan pengaruhnya dalam kehidupan, dan penguatan moderasi beragama pada generasi Milenia di era Transformasi Digital.

Usai materi tersampaikan, dilanjutkan dengan diskusi dan ditutup dengan foto bersama peserta, panitia dan narasumber di halaman depan Arpusda Wonosobo. Ps-ws