Membangun Iklim Sejuk Di Tahun Politik

Batang – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kab. Batang, baru saja mengadakan rapat kordinasi dengan tema membangun iklimsejuk di tahun politik, dengan mendengarkan pembinaan dari Kepala Kantor Wilayah Kemenag provinsi Jawa Tengah di hotel Sendang Saripada Senin (25/06). Hadir dalam acara tersebut Kepala Kantor Kemenag Kab. Batang, para kasi, penyelenggara syariah, kepala KUA Kecamatanse Kab. Batang danTokoh Agama se kabupaten Batang.

Ketua FKUB kab. Batang Subkhi dalam sambutanya menyampaikan bahwa di kab. Batang kondisi kerukunan beragama dan antar antar umatberagama sangat kondusif meskipun ditahun ini akan dilaksanakan pilgub, namun karena kondisi masyarakat yang selalu dinamis, maka perlu adanya pengawasan dan pemupukan terhadap semua elemen yang  ada agar kondisi yang baik  itu dapat tetap bertahan.

“Di Kab. Batang kerukunan beragama dan antar umat beragama sangat kondusif, tidak terjadi konflik maupun pertikaian yang berarti kususnya yang berkaitan dengan menyambut kegiatan pilgub yang sebentar lagi akan dilaksanakan, namun karena situasi dan kondisi masyarakat itu sangat dinamis, maka perlu adanya  pemupukan, dan kordinasi yang terus menerus, agar kondisi itu tetap terjaga”,katanya.

Subkhi juga menyampaikan bahwa FKUB dalam memupuk kerukunan itu melaksanakan serangkaian kegiatan baik pertemuan rutin,kegiataninsidentil dengan mengikuti kegiatan oleh instansi terkait, maupun kegiatan rapat kordinasi seperti saat ini.

“Untuk memupuk kerukunan beragama, FKUB Kab Batang, mengadakan berbagai macam kegiatan seperti pertemuan rutin,kegiatan insidentil,maupun rapat kordinasi seperti saat ini, dimana kali ini rapat kordinasi ini mengambil  tema membangun iklim sejuk di tahun politik dengan mendengarkan pembinaan dari kepala kantor wilayah Kemenag Jawa Tengah”,lanjutnya.

Sementara itu kepala kantor wilayah Kemenag provinsi Jawa Tengah Farhani dalam pembinaanya menyoroti tentang pentingnya  kerukunan beragama apalagi menghadapi tahun politik 2018-2019, maka tema yang dipilih dalam kegiatan ini sangat  relevan.

“Tema ini sangat relevan karena di Jawa Tengah sedang  mengadakan pemilihan Gubernur dan di beberapa kabupaten dan kota sedanganmengadakan pemilihan kepala daerahnya”, katanya.

Farhani juga menjelaskan tentang pengertian kerukunan,baik dari sudut pandang berbangsa dan bernegara maupun sudut pandang agama.

“Kerukunan berasal dari kata dasar rukun yaitu satu keadaan yang damai,tenang,nyaman,indah dan bahagia, kerukunan tidak lepas dari adanyakeberagaman Indonesia baik budaya,agama, maupun bahasa, maksudnya keberagaman yang ada itu tidak menjadikan pertentangan, namun harus dijadikan sebuah kerukunan”, jelasnya.

Beliau juga menambahkan bahwa perbedaan itu merupakan sunatllah, maka sikap menghormati perbedaan itu adalah sikap yang sangat mulia, sekali, berbeda tetap rukun dan bersatu dalam perbedaan.

“Perbedaan adalah sunatullah, maka sikap menghormati perbedaan adalah sikap yang mulia, FKUB sebagai forum resmi yang keberadaannyadisemua tingkatan harus memiliki komitmen untuk menjaga kerukunan itu sehingga akan menimbulkan sikap kasih sayang antar umat beragama,karena semua agama secara universal pasti memiliki nilai-nilai ajaran kerukunan dan kasih sayang, tidak hanya kasih sayang dengan sesamamanusia saja namun terhadap hewan maupun tumbuhan”, tambahnya.(Zy/rf)