Membangun Nilai dan Hikmah Kurban dalam Kehidupan

Wonogiri – Banyak orang yang berkorban tetapi belum memetik hikmah yang ada di dalam ibadah tersebut. Maka wajar ketika ada pedagang yang berkurban, namun selalu mengorbankan pembeli demi  keuntungan pribadi. Ada pejabat yang selalu berkurban akan tetapi masih mengorbankan rakyat demi kepentingan pribadi dan golongan. Artinya kita melakukan korban dzahir yang tidak disertai dengan pengamalan hakekat kurban yang sesungguhnya.

Hal tersebut ditegaskan, H. Rosyad Affandi ketika tampil menjadi khotib pada shalat Idul Adha 1437 H / 2016 M Tingkat Kabupaten Wonogiri, Senin (12/09) di Halaman Masjid At Taqwa Kota Wonogiri dan berlaku sebagai Imam Ketua MUI Wonogiri serta di hadiri ribuan umat muslim di kota gaplek.

Menurut H. Rosyad yang menjabat Kepala MTsN Nguntoronadi  hikmah terbesar dari ibadah kurban adalah kerelaan hati untuk memberikan sesuatu yang kita cintai untuk Allah SWT. Hari ini pengorbanan yang kita lakukan tidak perlu menyembelih anak sendiri, akan tetapi cukup sederhana dengan melaksanakan ibadah kurban, menyembelih seekor kambing untuk seorang atau seekor sapi  untuk tujuh orang.

“Mari kita bangun nilai-nilai dan hikmah kurban dalam kehidupan sehari-hari, apapun profesi dan posisi kita. Orang tua harus berkorban dengan mendidik anak agar menjadi generasi yang shalih. Para pemuda harus berkorban dengan menjauhkan diri dari semua perbuatan yang dapat merusak jiwa dan masa depan Para pedagang harus berkorban dengan bersikap jujur dalam perniagaan jual beli. Pemimpin juga harus berkorban dengan mendahulukan kepentingan  masyarakat dari pada kepentingan diri pribadi,” tegas H. Rosyad

 

Inilah hakekat dari pengorbanan itu dimana setiap manusia punya peran untuk menyumbangkan tenaga dan segenap usaha demi memperjuangkan Islam dan umat serta kejayaan agama Allah masa kini dan masa mendatang.

Menurut Kasi Bimas Islam Kankemenag Wonogiri, Haryadi selaku sekretaris PHBI menyampaikan bahwa pada tahun ini PHBI Kabupaten mengggelar salat Idul Adha di berbagai tempat antara lain  di halaman Masjid Agung At Taqwa depan Kantor Bupati Wonogiri, menampilkan Imam Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Wonogiri KH Abdul Aziz Mahfuf yang juga pimpinan Pondok Pesantren Mambaul Hikmah Kalikatir Selogiri, dengan Khotib Rosyad Affandi.

Kemudian di Stadion Pringgondani Wonokarto, Wonogiri, menampilkan imam dan khotib Jumadi LC dan Andi Firmansyah. Di Lapangan Batarangin, imam dan khotib dipercayakan kepada Ustadz Abdi Sambodo dan Sudirman. Di Lapangan Sukorejo depan Mapolres Wonogiri lama, imam dan khotib adalah KH Dahlan Alwi dan Hidayat Maskur. (Mursyid_Heri/gt)