Membangun Sikap Kepedulian Sosial Sejak Dini

Semarang – Membangun karakter anak tidak bisa dilakukan dengan pembelajaran verbal belaka, melainkan harus dengan suri tauladan dan pembiasaan yang dilakukan terus menerus dan berkesinambungan. Penggalangan donasi yang dilakukan para guru dan anak-anak Ikatan Guru Roudhotul Athfal (IGRA) untuk peduli bencana Sulteng merupakan langkah kongkrit membiasakan karakter peduli terhadap sesama.

Hal tersebut dikatakan Ketua Pengawas Madrasah, Amhal Kaefahmi, saat memberikan pembinaan pada penyerahan donasi peduli bencana Sulteng yang dihimpun anak-anak RA se Kecamatan Pedurungan Semarang di RA At Thohiriyyah, Kamis (25/10).

“Jangan dilihat besar atau kecilnya donasi yang terkumpul, tetapi langkah para guru RA menanamkan sikap empati, peduli sosial pada anak didiknya, patut diapresiasi,” tutur Amhal.

Dikatakan Amhal, pada masa anak usia dini terdapat masa peka yang harus dimanfaatkan guru untuk menanamkan nilai-nilai positif untuk bekal kehidupannya kelak. Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang sangat strategtis untuk membangun pondasi karakter anak..

“Ibarat membangun rumah, jika pondasinya kuat maka bangunan di atasnya menjadi kokoh dan aman,” sambungnya.

Menurut Ketua IGRA Kecamatan Pedurungan, Siti Mujiyah, pengumpulan dana peduli bencana Sulteng dilakukan untuk memupuk sikap peduli anak. Dana sosial diserahkan anak-anak melalui kotak amal yang diedarkan dan ada juga yang dimasukkan dalam amplop tertutup.

 “Kegiatan ini mendapat dukungan para guru dan orang tua siswa. Dana yang terkumpul sebesar Rp. 3.540.000 dan selanjutnya akan disetorkan ke IGRA Kota Semarang,” ungkapnya. (masjudi-amhal/gt)