Membangun Team Work Melalui Rafting

Wonosobo – Team Work merupakan sebuah jembatan penentu utama sekaligus pondasi dalam suatu instansi maupun perusahaan. Team work inilah yang nantinya akan menentukan Masa depan suatu perusahaan dan instansi, jadi bisa di katakan bahwa instansi atau perusahaan sangat bergantung pada tim nya. Tim yang sehat akan menjadikan perusahaannya produktif dan tim yang sakit atau tidak solid justru akan menjadi batu sandungan dalam mencapai tujuannya.

Menilik peran team work yang sangat vital tersebut, suatu perusahaan atau instansi lantas berbondong-bondong membentuk team work. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk membentuk suatu team work diantaranya yakni mendewasakan dan memilih suatu pemimpin yang berkompeten dan open minded, setelah selesai dengan leader, langkah selanjutnya yakni dengan memilih anggota dengan memperhatikan kualitas kinerjanya, satukan visi, kisi dan presepsi agar tumbuh chemistry untuk memajukan instansi.

Dalam menumbuhkan chemistry antar individu perusahaan, banyak cara yang bisa di lakukan. Mulai dari pendekatan interpersonal, memberikan reward kebada tim, dan membangunnya melalui aktivitas outbound atau aktivitas lainnya.

Salah satu aktifitas yang dapat membangun chemistry team work yakni olah raga rafting. Rafting merupakan olah raga air berkelompok yang sangat populer dan diminati semenjak era old hingga kaum milenial. Tidak sedikit juga lembaga pemerintah atau swasta, ormas dan sekolah yang memilih rafting untuk kegiatan internalnya. Pasalnya, selain ada sisi rekreasi dan ekspedisi, juga ada  sisi keberanian, kedisiplinan dan kerjasama yang dibangun dalam olah raga tersebut.

Berangkat dari hal tersebut, dalam rangka merefresh dan meningkatkan chemistry anggota Tim Media Center Kantor Kemenag Kabupaten Wonosobo, Rabu, (28/11) lalu, diadakan kegiatan outdoor yakni rafting. Kegiatan tersebut melibatkan sedikitnya yakni 21 anggota tim media center. Bahkan, tidak tanggung-tannggung Kepala Kantor Kemenag Wonosobo, M. Thobiq, beserta Kasubag TU Kemenag Wonosobo, Cahyo Sukmono, ikut terlibat hadir dalam kegiatan yang di gelar oleh Tim media center Humas Kemenag Kabupaten Wonosobo tersebut.

Dalam melancarkan kegiatan, Tim Media Center Kemenag Wonosobo menggandeng RM Pikas Banjarnegara yang dinilai sudah berpengalaman dalam memandu kegiatan rafting.

“Dalam kegiatan yang tergolong extreme ini kami lebih mempercayakan keselamatan kami kepada yang sudah berpengalaman di bidangnya. Ini dibuktikan dengan begitu rapi dan terkoordinirnya para instruktur mulai dari persiapan, pelaksanaan sampai dengan akhir kegiatan rafting,” ungkap Pasa Adi, Humas Kemenag Wonosobo.

Jarak tempuh sungai sepanjang 14 km, Arus sungai beserta bebatuan yang mengalang tersebut sukses memacu adrenalin peserta selama 3 jam diatas boat.

“Jarak tempuh rafting 14 km dengan durasi kurang lebih 3 jam seperti tidak terasa. Meskipun melalui air yang berkelak kelok dengan jeram yang biasa sampai yang curam yang memacu adrenalin tersebut, tapi kami  tetap merasa enjoy, nyaman dan aman. Jujur ini adalah kegiatan rafting pertama saya, dan ada rasa takut, takut jatuh, takut tenggelam dan sebagainya, tapi karena didampingi oleh instruktur handal dan tim yang kompak, ternyata mengasyikkan rasa takutnya hilang, betul-betul fresh,” ungkap Ma'ruf, anggota Tim Media Center dari Satker MAN 1 Wonosobo.

Usai keberhasilan tim media center menaklukan arus sungai hingga sampai dengan selamat di finish point, di sela rangkaian acara, Kepala Kantor Kemenag Wonosobo, M Thobiq, Menyampaikan, keberhasilan menaklukan jeram diharapkan bisa memotivasi tim untuk menaklukan alang rintangan dalam penyampaian informasi kepada publik.

“Yang tadinya berangkat dengan ketakutan, takut nyemplung sungai atau lain sebagianya sekarang sudah berhasil mengalahkan ketakutan tersebut. Semoga kekompakan selama rafting menular ke tim media center, sehingga semua kembali semangat untuk membawa tim media center ke urutan satu tingkat Provinsi sebagai penyumbang berita terbanyak. Bahkan jika mungkin bukan hanya kuantitasnya tapi juga kualitasnya dengan beroedoman 5 W dan 1H,” ungkap Thobiq.

Rafting bukan semata olahraga untuk bersenag-senang, tetapi berangkat dari rafting, tim media center Kemenag mendapat pelajaran berharga melalui alam, yakni arus sungai mengajarkan untuk mempererat kerja tim, memecahkan ketakutan dalam diri, dan menghangatkan yang dingin dengan kebersamaan dan kekompakan. (ps-ws/sua)