Meminimalisir Permasalahan dengan Rakor Lintas Sektoral Pemberangkatan Jemaah Haji

Grobogan – Haji adalah rukun (tiang agama) islam yang kelima setelah syahadat, shalat, zakat dan puasa, menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan yang dilaksanakan kaum muslimin sedunia yang mampu (material, fisik, dan keilmuan) dengan berkunjung dan melaksanakan beberapa kegiatan di beberapa tempat di Arab Saudi pada suatu waktu yang dikenal sebagai musim haji (bulan Dzulhijah). Untuk memastikan kesiapan pemberangkatan calon jemaah haji Kabupaten Grobogan tahun 2018, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Grobogan melalui Penyelenggara Haji dan Umroh mengadakan rapat persiapan lintas sektoral. Dihadiri oleh Plt. Kepala Kemenag Grobogan, Ali Ichwan, Kasi PHU Kemenag Grobogan, Kabag Kesra Kabupaten Grobogan, yang diwakili Makasin, Kabagops Polres Grobogan, Kodim, dan utusan dari Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kominfo dan Po bus, serta para panitia pelaksana. pada hari ini, Selasa (31/07) di aula Kantor Kemenag Grobogan.

Pelaksana tugas Kepala Kemenag Grobogan, Ali Ichwan menyampaikan terima kasih kepada panitia pemberangkatan haji baik dari Polres, Kodim, Dishub, Satpol PP, Dinkes maupun Po Bus yang telah hadir untuk membantu dalam persiapan pemberangkatan jemaah calon haji asal Kabupaten Grobogan. Pelaksanaan pemberangkatan jemaah haji merupakan agenda setiap tahun, sehingga perlu adanya pematangan dalam mensukseskan pemberangkatan haji tahun 2018.

“Diselenggarakannya rapat koordinasi ini untuk mempersiapkan dalam pemberangkatan Jemaah Calon Haji Kabupaten (JCH) Grobogan, dari keamanan, akomodasi, transportasi serta pengangkutan koper JCH dari keberangkatan di Kabupaten Grobogan menuju Asrama Haji Donohudan Solo,” kata Ali Ichwan.

Beliau mengharapkan kepada seluruh unsur yang terlibat, baik yang bertugas dibidang pelayanan (akomodasi, administrasi, dll), ataupun bidang lainnya, diharapkan ikut serta mempersiapkan berbagai fasilitas pendukung kelancaran kegiatan.

“Semua harus dipenuhi, agar kualitas pelayanan dapat ditingkatkan sesuai standarisasi yang ada,” pinta Ali.

Secara teknis, persiapan pemberangkatan jemaah haji, disampaikan oleh Kasi PHU, Abdur Rouf, mengatakan butir-butir pembahasan yang diangkat dalam rapat persiapan pemberangkatan ini antara lain verifikasi jumlah jemaah dan kloter, jadwal dan teknis pemberangkatan termasuk jadwal diterima di Asrama Haji Donohudan. Sekaligus jadwal pemulangan jemaah kembali ke tanah air.

“Jemaah haji Kabupaten Grobogan yang tergabung dalam kloter 73 , 74 dan kloter 75 seluruhnya berjumlah 902 jemaah haji.  Untuk pengantar jemaah haji, 1 jamaah 1 pengantar, dan untuk mobil pengantar ada stiker dari Kemenag juga undangan kertasnya disesuaikan dengan warna rombongan per kloter.  Rapat koordinasi ini untuk menyelesaikan semua kendala yang dihadapi dalam pemberangkatan jemaah calon haji Kabupaten Grobogan, baik akomodasi maupun keamanan, sehingga jamaah haji dapat terlayani dengan nyaman dan aman mulai keberangkatannya dari Kabupaten Grobogan menuju Asrama Haji Donohudan sampai pemulangannya kembali ke daerah,” kata Rouf.

Lebih lanjut, Rouf  mewanti-wanti permasalahan haji yang begitu kompleks dari tahun ke tahun, oleh karena itu dibutuhkan strategi dan kerja keras dari semua pihak agar dapat meminimalisir permasalahan dalam penyelenggaraan haji tahun ini.

Diputuskan dalam rapat tersebut, JCH Grobogan berangkat dari pendopo Kabupaten Grobogan ke Asrama Haji Donohudan tanggal 06 dan 07 Agustus 2018. Untuk kelompok terbang pertama, kloter 73, akan berangkat dari pendopo pada tanggal 06 Agustus 2018, pukul 14.30 WIB, dengan menggunakan 6 Bus dan kloter 74 akan berangkat dari pendopo pada tanggal 07 Agustus 2018, pukul 05.30 WIB, dengan menggunakan 9 bus. Sedangkan kloter 75 akan berangkat dari pendopo pada tanggal 07 Agustus 2018, pukul 11.30 WIB, dengan menggunakan 8 bus. Untuk pemberangkatan akan dilepas oleh Bupati Grobogan.(bd/sua)