Mempersiapkan Keluarga Sakinah Menjadi Materi Paling Favorit

Purbalingga  – Kegiatan Bimbingan Perkawinan Pra-Nikah Remaja Usia Nikah Angkatan 1 dan 2 yang digelar di SMA Negeri 1 Purbalingga berakhir Kamis (01/11) dengan meninggalkan banyak pengalaman bagi para pesertanya. Salah satu hasil evaluasi yang dilakukan di akhir kegiatan menunjukkan tingkat ketertarikan peserta terhadap materi yang disajikan. Salah satu indikator ketertarikan peserta dalam kegiatan tersebut tergambar dari hasil survei sederhana yang dilakukan Humas Kankemenag Kabupaten Purbalingga.

“Dari seluruh materi yang disajikan, menempati urutan pertama sebagai materi yang paling menarik menurut para peserta adalah Mempersiapkan Perkawinan yang Kokoh menuju Keluarga Sakinah. Di urutan kedua materi Menjaga Kesehatan Reproduksi dan menempati urutan ketiga Mempersiapkan Generasi Berkualitas,” jelas Humas Kankemenag Purbalingga, Sarwono dalam laporannya kepada Kasi Bimas Islam di ruangannya, Jumat 0(2/11).

Beberapa peserta memberikan alasan, materi tersebut di samping penting karena menjadi bekal bagi mereka pada saat membentuk rumah tangga kelak, penyampaiannya pun menyenangkan dan bahasanya mudah untuk dipahami. Berbeda dengan beberapa materi lainnya seperti Menjaga Kesehatan Reproduksi yang memang harus menggunakan istilah-istilah asing. Apalagi Kabid Urais dan Pembinaan Syariah, Muhamad Arifin dalam penyampaian materinya beberapa kali mengajak peserta untuk memahami materi melalui lantunan lagu.

Hasil survey tersebut didasarkan pada jawaban soal uraian nomor 1 dari seluruh peserta Bimwin. Soal tersebut menanyakan materi apakah yang dianggap paling menarik menurut mereka. Dari 50 peserta Angkatan 1 materi Mempersiapkan Perkawinan yang Kokoh menuju Keluarga Sakinah dipilih oleh 18 peserta.  Sedangkan pada Angkatan 2 hanya 15 peserta yang memilihnya. Terdapat beberapa jawaban peserta yang kurang tepat dengan pertanyaan yang disajikan. Namun prosentasenya hanya mencapai 10%.

“Ada beberapa siswa yang menyatakan beberapa materi membosankan, ada pula yang menyatakan penampilan penyajian dianggap kurang menarik. Tentu ini menjadi masukan positif bagi kita untuk evaluasi kegiatan yang akan datang,” jelasnya.

Salah satu peserta Bimwin, Berkah Rahayu Wina Arsasti siswa kelas XII MIPA 3 dalam wawancara di sela-sela kegiatan di Masjid SMAN 1 Purbalingga menyatakan, kegiatan tersebut sangat menyenangkan baginya.

“Sangat menarik, tidak membosankan, tidak seperti yang saya kira. Sebelumnya saya kira hanya duduk-duduk dan mendengarkan ceramah saja. Kalau ilmunya sudah pasti bermanfaat walaupun kami masih harus belajar lagi,” ungkapnya lugas. (sri_sar/gt )