Menag : Alumni Ponpes banyak menjadi pimpinan pemerintahan

Karanganyar – Jambore Nasional Santri Pondok Pesantren Muhammadiyah pertama kali diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Muhammadiyah, pembukaan langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (LHS) (26/02). Turut hadir dalam pembukaan tersebut Gubernur Jawa Tengah yang diwakili oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Bupati Karanganyar Yuliatmono, Kepala Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat  Kementerian Agama RI, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah dan tamu undangan.

Menag mengatakan bahwa dengan terselenggaranya Jambore Nasional Santri diharapkan mampu menjalin tali silaturrahim antar Pondok pesantren sekaligus dapat menjaga negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kita cintai ini. “Jambore Nasional Santri Pondok Pesantren Muhammadiyah yang pertama ini hendaknya berkelanjutan secara kontinyu, sehingga dapat menjalin tali silaturrahim antar santri dari Sabang sampai Merauke,” kata Lukman Hakim Saifuddin yang akrab dipanggil LHS.

Beliau menegaskan bahwa Santri harus dapat mewarnai ideologi nasional dalam bidang politik maupun pemerintahan, karena sekarang ini banyak pimpinan di pemerintahan ini yang merupakan dari alumni pondok pesantren.

Pondok Pesantren di Indonesia diharapkan selalu gigih dalam menyerukan da’wah amar ma’ruf nahi munkar, didalamnya terkandung juga selalu berakhlaqul karimah dalam perbuatan sehari-hari, secara langsung santri juga selalu menjaga kerukunan umat beragama, karena Islam itu selalu mengajak dalam kedamaian dan saling menghargai dengan sesama .

“Pendidikan di Pondok Pesantren juga mengajarkan kaidah tentang perbedaan, namun dari perbedaan diharapkan mampu menjadikan kita menyadari semua itu merupakan rahmatan lil’alamin,” tegas LHS dalam akhir sambutannya. (budiawan/gt)