Menag buka Jambore Pasraman Tingkat Nasional ke-3

Surakarta – Malam ini Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan nasional yang bertajuk Jambore Pasraman Tingkat Nasional (jampasnas) III tahun 2014, dengan mengambil lokasi di Hotel Lor’In Solo dan dilaksanakan mulai tanggal 14 sampai dengan 19 Oktober 2014. Kegiatan ini merupakan event nasional yang diselenggarakan setiap 2 tahunan dan untuk tahun 2014 ini merupakan kali ketiganya diselenggarakan dengan mengambil tempat di Jawa Tengah.

Kegiatan ini menyelenggarakan 8 jenis lomba yang masing-masing diikuti oleh anak-anak pada tingkatan SD, SMP dan SMA/SMK dari 32 provinsi se-Indonesia dengan jumlah peserta lomba mencapai 564 anak serta didampingi oleh pembina/official sebanyak 96 orang.

Jambore yang mengusung tema sebagai wahana meningkatkan solidaritas dan kepekaan untuk kesadaran generasi muda Hindu dalam tanggung jawab membangun masa depan bangsa menuju Indonesia emas tahun 2045, memiliki makna yang sangat dalam dan visi yang jauh kedepan dalam upaya kita bersama menumbuhkan semangat kebersamaan, kepedulian dan rasa kebangsaan pada generasi muda hindu untuk memeperkokoh keutuhan dan sekaligus turut membangun NKRI dimasa depan.

Pembukaan dilaksanakan di Ballroom Balendra lantai 4 Hotel Lor’In Solo, dengan dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah, Pejabat Eselon I/II/III Kementerian Agama se-Indonesia, Bupati/Walikota, Forkopinda Surakarta dan tamu undangan, akan dibuka secara langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin.

Menag merasa bangga dan bahagia bisa hadir ditengah-tengah peserta Jambore Pasraman Tingkat Nasional III tahun 2014 di Solo ini, harapannya kegiatan ini menjadi bagian penting dalam pembangunan karakter dan bangsa kita.

“Dirjen Bimas Hindu meyakinkan saya bahwa acara ini hampir seluruhnya dipentaskan atau diperagakan oleh anak-anak kita, dan jika sudah bicara anak-anak saya jadi tidak tega untuk tidak hadir, sejujurnya saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada segenap para pembimbing/pembina/pengajar yang telah mengorbankan seluruh tenaganya demi membangun karakter generasi muda/anak-anak kita sehingga pembangunan bangsa ini kedepan menjadi lebih baik”, demikian disampaikan Lukman mengawali sambutannya.

Pendidikan keagamaan Hindu yang dilaksanakan pada setiap Pasraman di Indonesia memiliki karakteristik yang sangat khas dan berbeda-beda, kekhususan tersebut terletak pada diberinya ruang pengaruh adat dan budaya keagamaan yang berkembang didaerah tertentu, karenanya melalui kegiatan ini diharapkan ajaran agama dapat diimplementasikan dan terkolaborasikan dengan adat budaya setempat. Konsep ideal ini diakomodir melalui kegiatan jampasnas melalui beberapa lomba yang dipertandingkan.

Seiring dengan misi Kementerian Agama upayanya meningkatkan kualitas pendidikan agama dan pendidikan keagamaan, Menag berharap “Jampasnas hendaknya menjadi tiang pancang untuk meningkatkan moral, etika dan estetika generasi muda, serta mampu mendorong dinamika generasi muda Hindu menjadi lebih dinamis dan lebih eksploratif dalam meningkatkan pengetahuan dan wawasan. Memiliki jiwa patriotisme, nasionalisme dan semangat membangun untuk kejayaan negara Indonesia dengan memupuk rasa tanggung jawab dan kepedulian, tanggung jawab yang berkesinambungan untuk memperkuat rasa kebersamaan kita sebagai tunas-tunas bangsa”.

“Peserta jampasnas ini mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan warna dan bertanggung jawab membangun masa depan bangsa menuju Indonesia yang lebih baik”, pesan Lukman mengakhiri sambutannya.

Acara pembukaan jampasnas ditutup dengan tarian kolosal (kolaborasi antara tarian Jawa dan Bali) yang menampilkan bakat kreatifitas dan semangat anak-anak Hindu. (gt)