Menag : Bumikan Islam yang Rahmatan lil ‘Alamin

Purwokerto – Perubahan status STAIN Purwokerto menjadi IAIN Purwokerto pagi ini dilaunching oleh Menteri Agama RI, Lukman Hakim Syaifudin, di kampus setempat. Selain launching IAIN Purwokerto, LHS juga meresmikan gedung Rektorat dengan ditandai pemotongan pita serta penandatanganan prasasti, didampingi Rektor IAIN Purwokerto, Ahmad Luthfi Hamidi, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Ahmadi dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DIY, Nizar Ali.

IAIN Purwokerto ini merupakan perguruan tinggi yang dirintis oleh KH. Syaifuddin Zuhri, yang mulai dinegerikan pada tahun 1963 sebagai cabang dari IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Hal itu sebagaimana dikatakan oleh Rektor dalam sambutan selamat datang. “Kehadiran Bapak Menag ini membawa 3 Bhakti. Bhakti Bangsa dan Negara, Bhakti Pendidikan Agama Islam, dan Bhakti Orang tua”, sambungnya.

Lebih lanjut, terkait dengan upaya menjamin kualitas keagamaan para mahasiswa, IAIN Purwokerto menjamin kerjasama dengan pondok pesantren untuk menampung para mahasiswa yang diwajibkan masuk pondok pesantren mitra. Dengan adanya kerjasama ini maka lulusan IAIN Purwokerto tidak diragukan lagi kemampuan pemahaman ilmu agamanya.

Dihadapan peserta seminar yang terdiri atas para Rektor PTKIN serta para praktisi pendidikan dan mahasiswa, Menteri Agama RI mengungkapkan kebanggaannya atas terselenggaranya peresmian IAIN Purwokerto ini. Keberadaan perguruan tinggi Islam menempati posisi strategis yang memadukan ilmu pengetahuan, ilmu agama dan budaya ke-Indonesia-an. “Seringkali kita menganggap budaya Arab adalah budaya Islam. Kita lupa bahwa di Indonesia juga ada budaya Islam”, kata LHS.

Problematika yang dihadapi pada zaman dulu dengan kini sangat berbeda, untuk itu transformasi ke-Islaman sangat penting diaplikasikan dalam pendidikan. Islam bukan hanya ada di langit tetapi Islam juga harus dilestarikan di muka bumi ini sebagai Rahmatan lil ‘Alamin. Lembaga pendidikan islam mempunyai peran yang signifikan dalam menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, menghormati kultur masyarakat, mengembangkan toleransi, dan menjaga kearifan lokal dan menjaga keutuhan NKRI. Perguruan tinggi Islam juga mendukung Indonesia membuktikan mampu mewujudkan demokrasi dan agama dapat disatukan dalam kehidupan yang harmonis yang sangat relevan dengan konteks keindonesiaan.

LHS mengajak segenap civitas akademik IAIN Purwokerto untuk melakukan terobosan, 1) mengintegrasikan Islam, ilmu, dan Indonesia. 2) menjadikan perguruan tinggi yang berkarakter keindonesiaan yang mampu menjadikan sebagai kampus nasional yang khas dengan budaya lokal. 3) Membentengi diri dari ancaman radikalisme. 4) memiliki kurikulum dan SDM handal untuk membina mahsiswa yang mampu menghadapi tantangan global.(fat)