Menag : Kedepan Akan diterapkan 5000 Program Kemandirian Pesantren.

Semarang (Humas) – Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas  didampingi oleh Staff Khusus Menag, Wibowo Prasetyo dan Kakanwil Kemenag Prov. Jateng, Musta’in Ahmad mengunjungi Kantor Bupati Rembang pada Kamis (19/08) yang disambut langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati beserta jajarannya.

Dalam kunjungan kerjanya tersebut Menag menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya melindungi masyarakat untuk terhindar dari Pandemi yang sedang berlangsung. “Sekarang ini kuncinya adalah kesabaran, kita harus bersabar dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan supaya kita dapat segera keluar dari pandemi Covid-19 ini,” Ujar Menag. Menag juga memaparkan pendidikan dibawah Kementerian Agama harus terus ditingkatkan. Di tahun 2021 sendiri ada 100 Pesantren yang akan dijadikan diterapkan program Kemandirian Pesantren, dan harapannya ditahun 2024 sudah ada 5000 pesantren yang menerapkan program tersebut “Kita ingin Pesantren dapat bediri sendiri utamanya terkait memenuhi kebutuhan operasional pesantren itu sendiri,” ujar Menag. 

Bupati Rembang, Abdul Hadidz menyambut baik apa yang telah disampaikan Menag sejalan dengan yang dilakukan Pemkab. Abdul Hadidz juga melaporkan kondisi Kabupaten Rembang terkait kesadaran masyarakat Covid – 19 khususnya bidang Keagamaan. “Angka kesadaran mengunakan masker sudah mencapai lebih dari 80%, dan saya berharap rembang dapat segera menuju ke level 2 PPKM supaya tempat peribadatan di Rembang setidaknya dapat terisi 50%,” terang Bupati.


Sementara Kakanwil Kemenag Prov. Jateng, Musta’in Ahmad turut melaporkan persiapan Kanwil Jateng dalam menjalankan program Kemandirian Pesantren Sebelumnya di Solo Raya  sudah ada pesantren yang mengembangkan unit usaha produktif, dan di Rembang sendiri ada sebuah pesantren yang sedang mengembangkan kacang sacha inchi yang kaya akan omega 3. Musta’in berharap kedepannya semangat ini dapat membangun setiap Kabupaten/Kota agar membuahkan program unggulan pada masing-masing pesantren. (bqq)


#kemenagjatengmajeng