Menag : MTQ Wahan Memelihara Kemurnian Al-Quran

Mataram – Pemerintah Nusa Tenggara Barat (NTB) adanya Musabaqah Tilawtil Qur’an (MTQ) tingkat Nasional sangatlah menguntungkan baik dari segi sirkulasi bidang ekonomi mulai dari transportasi, perdagangan dan pariwisata. Daerah yang mayoritas penduduk muslim dengan hidup dua budaya yaitu pertanian dan pemanfaatan wisata pantai dengan dikunjungi kafilah dan para tamu negara dari penjuru tanah air, akhirnya membawa dampak positif dalam berbagai bidang.

Zaenal Majdi Gubernur NTB jebolan Al Azhar Mesir menjabat sudah 2 periode selaku wakil dari masyarakat NTB mengucapkan jazakumullah khoiron katsiro kepada ribuan umat se-Indonesia yang telah berkunjung, untuk meramaikan Provinsi NTB dengan senang dan gembira.

Ucap Zaenal Majdi, “sejak pembukaan dalam 1 minggu ini saya selalu berkeliling ke 10 tempat majlis dan pemondokan kafilah sambil memantau”, bahkan Majdi kelakar, “yang jelas kami sudah berusaha untuk yang terbaik setiap majlis kami fasilitas gedung besar yang ber-AC” dan ia juga senang melihat situasi tidak putus-putus ribuan pengunjung yang mengelilingi Gedung Islamic Center untuk melihat arena tempat musabaqoh, dan pusat pameran, bazar dari berbagai provinsi, ucapnya.

“Kegiatan MTQ adalah sangat baik, sebab mampu membangun solidaritas sosial, itu pula aktivitas ekonomi mendapat keberkahan dari al Qur’an” itu sendiri, pidato Majdi. Sedikit cerita, Zaenal Majdi, “tentang air dari sebuah penelitian orang jepang, bahwa molekul air yang didinginkan sampai -5” Celcius kemudian air yang separo diucapkan dengan kalimat Indah, baik dan benar sedangkan air separo dibacakan dengan kata-kata yang jelek seperti kata ribut, buruk, kemudian air yang dibacakan kalimat baik dan Indah ternyata ada khasiatnya bahkan membentuk eksagonal”, cerita Gubernur dengan nada serius.

Sehingga Gubernur berharap; “NTB untuk periode berikutnya menjadi tuan rumah MTQ jangan terlalu lama sebab ini saja nunggu 43 tahun, maka besok jangan lama-lama syukur bisa 10-16 tahun sudah ke NTB kembali”, karena al qur’an itu jelas membawa berkah dan insya Allah manusia berpegang pada al Qur’an akan menempati yang mulia, tambahnya.

Menag Menutup MTQ NTB

Gubernur selesai sambutan, Menteri Agama Lukman Hakim hadir yang seraya memawakili wakil presiden yang tidak bisa hadir, maka Menag hadir memberi sambutan dan sekaligus menutup resmi, Sabtu Malam (7/8) acara, yang dihadiri banyak pejabat negara, DPR RI, Gubernur, Bupati dan lain-lain. 

“Menag dalam pidatonya pertama-tama “mengucapkan selamat atas suksesnya pelaksanaan MTQ kali ini, terutama atas peran khusus kepada Gubernur NTB Zaenal Majdi berjalan dengan sukses”. Yang lebih hebat bahwa MTQ kali sudah kembali ke khittah, sebab ucap Menag; “dari non-muslim pun juga ikut berpartisipasi untuk menyukseskan MTQ di NTB”.

Saat ini kata Menag; dengan adanya aplikasi E-MTQ dan media center secara online, mulai pendaftaran, pelaksanaan sampai hasil akan meminimalisasi praktek-praktek negatif”. Maka dengan regulasi ini tangkaplah sebagai hal yang positif bahkan harus selalu di inovasi dari sistem pembinaan qori’-qoriah, penting lagi MTQ tidak hanya ajang kompetisi namun MTQ menjadi ajang membentuk generasi qur’ani”, tegas Lukman Syaifuddin.

“Maka MTQ akan terasa dan berfungsi betul jika mampu membangun generasi yang selalu mereformasi diri, seperti muncul tokoh lama Basyuni Alwi (1950), Abdul Karim(1930-1950), Muamar ZA(1990), Agil Munawwar sebagai ahli Qirotatussab’ahnya, dan zaman Abasiyah seperti Ubay bin Kaab sahabat Rasulullah supaya ada yang ahli al qur’an, sebagaimana Allah telah memberi petunjuk dalam al Hujarat ayat 9; “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar memeliharanya”, termasuk adanya ikatan Qori’ dan qoriah saat ini kata Menag sudah berjumlah 3000 orang, inipun termasuk pola untuk menjaga kemurnian qur’an yang muncul dari peran dari para ahli Qur’an, kata menag.

Bersyukurlah dengan adanya e-MTQ, kata Luqman Hakim; sebab itu bagian strategi baru, dan Menag juga; “usul 2 tahun nanti di Sumatera Utara kegiatan ini agar lebih meriah bisa bersama dengan festival anak Islam, Gebyar Akbar, Bazar, dan kegiatan yang sejenis pula, dan sekaligus Menag merekomendasi “meminta untuk menindaklanjuti agar bentuk kegiatan warisan yang cukup sukses dari Nusa Tenggara Barat (NTB) inii bisa tambah sukses di Sumatera Utara nantinya, pesan menag. (ali)