Menag resmikan Gedung Pendidikan Profesi Guru

Surakarta – Menteri Agama RI hadir di kampus IAIN Surakarta guna meresmikan gedung Pendidikan Profesi Guru (PPG) (03/02). Lukman Hakim Saifuddin (LHS) hadir didampingi Direktur Pembinaan Haji, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Kabid PHU, dan Rektor UMS.

Menag menyampaikan selamat atas selesainya pembangunan gedung ini. Dia berharap dengan dibangunnya gedung ini bisa mewujudkan adanya peningkatan kualitas pendidikan profesi guru khususnya para guru di lingkungan Kementerian Agama.

Menag berharap, IAIN Surakarta akan sukses dalam pendidikan profesi guru dan menjadi salah satu PTAIN yang memiliki reputasi yang membanggakan. IAIN Surakarta memiliki komitmen memiliki andil dalam pengembangan guru yang berkompeten dan berwawasan global serta berwawasan islami bisa lahir dari IAIN Surakarta ini. Untuk itu lingkungan dan atmosfir yang memperhatikan mutu pengembangan pendidikan dan akademik, agama dan moralitas menjadi keniscayaan.

Tugas IAIN tidak hanya mengajarkan hal yang bernuansa keislaman saja tetapi diharapkan lebih mengajarkan harmoni yang membentuk sebuah peradaban modern. Sebagai institusi pendidikan yang tidak terpisah dari Kementerian Agama, hendaknya ikut terlibat secara proaktif mensosialisasikan dalam menerapkan 5 nilai budaya kerja. “Sebagai keluarga besar Kementerian Agama harus memiliki ruh dalam mengabdikan diri kepada Kemenag,” tutur LHS. Hal demikian menjadi acuan kita dalam menjalankan amanah yang kita emban di pundak kita masing-masing.

Kita adalah orang yang mendapatkan amanah yang luarbiasa untuk memajukan bangsa. Revolusi Mental intinya adalah integritas, etos kerja dan gotong royong. Revolusi Mental ini sangat sejalan dengan 5 nilai budaya kerja yang ternyata lebih dulu lahir. “Ternyata kekhawatiran saya tidak terbukti karena 5 nilai budaya kerja yang lebih dulu kita cetuskan sejalan dengan gerakan nasional revolusi mental,” imbuhnya.

Sebagai kementerian yangmenggunakan kata agama, maka kita diharapkan kita bisa memenuhi persepsi publik bahwa kita dianggap sebagai orang yang mengerti agama islam. Karenanya malah teladan bagi orang-orang di sekeliling kita dengan selalu on the track dalam menjalankan tugas dan kewajiban kita. “Saya mengajak untuk memulai hal yang bersifat ideal agar bisa terwujud berdasarkan 5 nilai budaya kerja tersebut,” harapnya.

PTKIN saat ini semakin membanggakan karena masyarakat senin menaruh kepercayaan yang besar kepadanya untuk menempuh pendidikan. PTAIN diharapkan lebih mampu mempertegas distingsi pendidikan agama islam dari pada pendidikan tinggi umum lainnya sehingga mempunyai ciri khas yang tersendiri.

IAIN harus mampu mengintegrasikan nilai akademis dan keislaman seiring dengan perkembangan sosial masyarakat dan ilmu pengetahuan itu sendiri. “Saya sangat mengapresiasi pembangunan gedung ini karena memiliki nilai strategis untuk peningkatan pendidikan agama Islam,” demikian disampaikan LHS mengakhiri sambutannya dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti. (fat/gt)