Menag : Rohis sebagai Kaderisasi Pemimpin

Jakarta – Perkemahan rohis di Cibubur 2/3/2016 di buka oleh Menteri Agama Lukman Syaifuddin dihadiri dan dihadiri  deputi pemberdayaan SDM prof Dr. Sartono. MA dari Kementerian Pemberdayaan SDM, Dirjen Pendidikan Islam, Direktur di lingkungan Dirjen Pendis, Kakanwil Se Indonesia. Dimeriahkan dengan pentas tari kolosal dan group rebana gabungan siswa SMA/SMK Jakarta dan Provinsi lainnya. 

Menag dalam pidatonya, negara Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber kekayaan baik alam dan mineral, sehingga kita harus selalu bersyukur, negara yang beraneka dari agama, suku, budaya dan adat istiadat harus tetap dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika, tegas Menag. 

“Kondisi harmoni yang sudah berjalan di negara kita harus dikelola oleh anak-anak sebagai generasi muda yang mampu menjiwai nilai kerukunan dan nasionalisme yang tinggi, sebab jika dikelola oleh pihak-pihak yang tidak mampu memahami nilai nilai tersebut akan terjadi kerawanan dalam kehidupan sosial nantinya”, ucap menag. 

Menag juga berpesan kepada pada pendamping, fasilitator dan pengurus Rohis antara lain; Rohis mampu menjadi pelopor dalam mencintai Republik Indonesia ini, Rohis jangan mudah disusupi gerakan-gerakan Islam yang tidak cinta dengan NKRI, karena kondisi kelabilan di anak SMA/SMK sering menjadi target paham-paham yang membangun intoleransi, dan bahkan jangan sampai menerima paham yang mudah menjustifikasi kafir kepada sesama. Tegas Menag. 

Lebih menarik lagi, Menag mengungkap sejarah bahwa “ Soekarno, Moh.Hatta, Hadrotus Syaik Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Dahlan, itu sebagai contoh tokoh-tokoh yang sangat menghormati dan menghargai keragaman, sebab kita ketahui bangsa Indonesia mempunyai basic yang beragam”. Tambah Menag, sebagaimana dalam isi Al Qur’an bahwa keragaman itu sunatullah meliputi bangsa, suku dan lainnya. 

Prediksi Menag dalam sambutannya, bahwa pada tahun 2045 peserta Rohis sudah beranjak umur 45 tahun, maka sangat mungkin diantara kalian menjadi generasi penerus pemimpin bangsa, maka pesan kepada peserta Rohis Menag “jagalah negeri ini dengan baik dan kuatkan kemampuan kalian supaya menjadi manusia yang mampu mengabdi negara dan bangsa dengan baik”.

Tambah Menag, kegiatan Rohis ini hendaknya “mampu menciptakan pemimpin yang mempunyai; kepribadian yang baik, kader yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat, pemimpin yang mampu membangun keadilan dan kesejahteraan dan mampu menjaga keagamaan dari keanekaragaman dalam hidup bernegara”.

Pesan berharga kepada  Pendamoing, Fasilitator dan peserta Rohis yang terpenting adalah; menjaga keutuhan dan menjauhi disintegrasi dari alasan ekonomi, sosial dan agama, pendamping dan fasilitator hendaknya serius mendampingi, karena banyak penelitian adanya ajaran intolerasni dan radikalisme yang sering muncul di masyarakat, ini menjadi tanggung jawab para pembina, pendamping dan fasilitator, pesan  Menag.

 Dan ditegaskan kembali, oleh Menag “ bahwa para pembimbing harus banyak belajar dan melakukan pemahaman keagamaan yang baik” , karena kata Menag ; Tehnologi dan Informasi yang sangat cepat sangat membutuhkan penguatan pemahaman keagamaan yang komprehensif dan sempurna untuk bekal siswa dalam mengahadapi hidup yang sudah sangat modern ini”. 

Terakhir sambutan Menag, terpenting lagi adalah ; “kegiatan Rohis mampu menyiapkan Rohis yang ramah dan beradab, peserta Didik yang berakhlaqul Karimah dan berkarakter yang mencintai nasionalisme negeri sendiri dan sekaligus menggunakan pendekatan dengan dasar Islam yang Rahmatan lil’alamiin”. (Ali).