Menciptakan Pemimpin yang Moderat

Banyumas (Bimas Hindu) – Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Banyumas menggelar Lokasabha III dengan tema “Membangun sumber daya manusia yang berladaskan Dharma Agama dan Dharma Negara untuk menciptakan pemimpin yang berkualitas” bertempat di Balai Wantilan Pura Pedaleman Giri Kendang yang diikuti oleh 150 orang yang mempunyai hak pilih untuk menggunakan pilihannya untuk  4 calon Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Banyumas yang baru 2021-2026. (2/5)

Dalam LOKASOBA III PHDI Kab. Banyumas dihadiri oleh Pembimas Hindu Provinsi Jawa Tengah Drs. I Dewa Made Artasaya beserta staff, ketua PHDI Provinsi Jawa Tengah Anak Agung Ketut Darmaja serta jajaran.

“Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI)  yang terpilih harus berpikir untuk bagaimana mengatasi tantangan dan hambatan supaya Hindu lebih maju kedepan, Parisada Hindu Dharma Indonesia  merupakan lembaga agama mitra kerja dengan pemerintah dalam pembinaan dan pelayanan umat. Maka kolaborasi dan senergi menjadi senjata yang paling ampuh untuk bagaimana bisa meningkatkan kualitas umat,” Kata I Dewa Made Artayasa

“Terima kasih untuk Minoto telah melaksanakan pembinaan dan pelayanan umat sebagai Ketua PHDI Kab. Banyumas masa bakti 2016-2021 dan selamat untuk Slamet sebagai Ketua PHDI Kab. Banyumas yang baru masa bakti 2021-2026,” Jelas I Dewa Made Artayasa

Lebih lanjut disampakan “Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) yang baru adalah melaksanakan 5 Budaya Kerja Kementerian Agama yaitu Pertama INTEGRITAS : Keselarasan Antara Hati, Pikiran, Perkataan Dan Perbuatan Yang Baik Dan Benar. Ke-dua PROFESIONALITAS : Bekerja Secara Disiplin, Kompeten Dan Tepat Waktu Dengan Hasil Terbaik. Ke-tiga INOVASI : Menyempurnakan Yang Sudah Ada Dan Mengkreasi Hal Baru Yang Lebih Baik. Ke-empat TANGGUNG JAWAB : Bekerja Secara Tuntas Dan Konsekuen. Ke-lima KETELADANAN : Menjadi Contoh Yang Baik Bagi Orang Lain.”

Harapan dengan dilaksanakan Lokasabha III Kab. Banyumas menciptakan pemimpin yang berkualitas untuk Hindu Majeng Sareng. (jk/qq)