Menciptakan Pendidikan Berkarakter dan Religius

Kota Magelang – Kualitas Pendidikan di satuan pendidikan belum merata , Ada kecenderungan jumlah siswa kita mengalami penurunan SMP/MTs  apalagi di SD/MI. Masyarakat membutuhkan layanan pendidikan yang lebih, sementara sekolah  negeri belum mampu menjawab semua tantangan masyarakat. Masyarakat membutuhkan layanan pendidikan di sekolah plus agama. Masyarakat cenderung menyekolahkan ke sekolah swasta yang memberikan layanan plus agama. Demikian disampaikan Sofia Nur Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Magelang saat mengikuti rapat koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang.(21/5).
“Tantangan pendidikan ke depan lebih pada menciptakan pembangunan karakter peserta didik yang religious” Kata Sofia
 Lebih lanjut disampaikan Penyelenggaraan Pendidikan di Daerah dalah menjamin keberlangsungan proses pendidikan untuk berkembangnya potensi Peserta Didik di Daerah agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepadaTuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia dan berbudi pekerti luhur,    sehat, berilmu, cakap, kreatif, inovatif, berbudaya, mandiri, percaya diri, dan menjadi warga masyarakat yang demokratis, berwawasan   global   serta   bertanggung   jawab. Dengan demikian pendidikan memberikan peningkatan kualitas dan dedikasi pada peserta didik dan dapat memberikan rasa nyaman pada orang tua, tegas Sofia
Kegiatan Rapat Koordinasi dilaksankan di Kantor Dinas Pendidikan Kota Magelang, Jl. Alibasah Sentot Prawirodirjo No.6, Magelang, Kec. Magelang Tengah, Kota Magelang, dipimpin oleh Kepala dinas pendidikan dan kebudayaan dan diikuti Ketua Dewan Pendidikan, Ketua PGRI, Sekretaris Dikbud, Kabid Dikdas, Pengawas dikbud dan Pengawas PAI kemenag. Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Magelang sebagai pembina pendidikan madrasah.
Kepala Dinas Pendidikan dalam pembukaan rapat menyampaikan pentingnya pelaksanaan pendidikan yang mengedepankan pada pembentukan karakter religius peserta didik, sesuai dengan salah satu Visi Misi yakni pendidikan menuju sehat dan bahagia. Menciptakan masyarakat yang religius, berbudaya, beradab, toleran dan berlandaskan imtaq. “Bagian penting penerapan tersebut dengan program sekolah yang meminta siswa mengikuti proses belajar mengajar secara penuh sepanjang hari  (fullday) yang diselenggarakan mulai pukul 07.00 s,d 15.30. Siswa akan lebih banyak menghabiskan waktu untuk belajar. Diharapkan siswa akan lebih matang dari segi akademik dan non akademik serta agama” papar Papa Riyadi selaku Plt Sekretaris Disdikbud Kota Magelang.
Dengan adanya pendidikan yang mengedepankan pada pembentukan karakter yang religious diharapkan mampu membentuk kota magelang layak anak dan religious serta berprestasi. (Wahono)