Mengabdikan Diri di Jalan Allah, Kedua Pria ini Bisa Penuhi Cita-cita Tunaikan Haji

Rembang – Rasa haru dan bahagia tentu dimiliki oleh setiap calon haji menjelang keberangkatan menuju tanah suci. Dan ada rasa haru yang berbeda bagi dua orang calon haji asal Rembang yang tergabung dalam kloter 63. Mereka adalah  Bisri Sarpani Radi dan Miftahul Munir Marji. Berkat mengabdikan diri di jalan Allah, kedua pria ini bisa memenuhi cita-citanya untuk berangkat ke tanah suci.

Mbah Bisri adalah pria asli Desa Lodan, Kecamatan Sarang yang aktivitas sehari-harinya adalah sebagai marbot masjid. Pria yang sudah kurang lebih 20 tahun mengurus Masjid Jami’ Lodan Wetan itu menyampaikan kegembiraannya yang luar biasa bisa menunaikan haji tahun ini.

Mbah Bisri bisa mewujudkan cita-citanya pergi haji dengan menabung sedikit demi sedikit penghasilan yang didapat sebagai marbot Masjid dan hasil bertani sehari-hari. Pria yang berusia sekitar 55 tahun ini ingin membuktikan kepada sesama, jika ada niatan yang kuat, keinginan kita untuk berhaji pasti akan terpenuhi.

“Bertahun-tahun saya nabung sedikit demi sedikit. Kalau pas ada rezeki banyak ya saya tabung lagi. Alhamdulillah tahun 2011 saya bisa daftar haji,” kata kakek dari dua cucu ini.

Mbah Bisri pun mengaku tak ada keinginan macam-macam selain bisa mengunjungi Baitullah. Bersama jemaah satu regu dan satu rombongan, Mbah Bisri berharap selalu diberikan kesehatan sehingga bisa menunaikan ibadah haji dengan lancar.

Sementara lain halnya dengan Mbah Munir. Pria paruh baya berkacamata ini mengaku dibiayai penuh oleh sahabat nya, sebut saja Pak Rusmi, yang berprofesi sebagai nelayan di daerah Desa Karanglincak, Kecamatan Kragan.

Mbah Munir adalah guru madrasah diniyyah sekitar yang telah mengajar selama kurang lebih 30 tahun lamanya. Melihat ketekunan dalam mengabdikan diri di jalan Allah, Pak Rusmi pun berniat ingin menghajikan rekannya itu.

“Waktu itu tahun 2011. Pak Rusmi memberikan uang saya Rp 25 juta untuk mendaftar haji menemani dia yang akan mendaftar juga. Saya terima dengan tangan gemetar. Saya tidak mau, tapi saya dirayu-rayu,” kenang Mbah Munir.

Syukur yang tak terhingga dipanjatkan oleh Mbah Munir kepada Yang Kuasa. Dan berkah itu, beberapa waktu kemudian, Pak Rusmi mendapatkan rezeki yang berlimpah ruah senilai ratusan juta. “Demikianlah Kuasa Allah membalas hamba-Nya yang bersedekah di jalan Allah,” kisahnya terharu.

Saat diwawancara, Mbah Munir bersama dengan Pak Rusmi duduk bersebelahan. Kedua sahabat ini berkomitmen untuk menjalankan ibadah haji bersama-sama dengan khusyuk. — iq/bd