Mengajar Ilmu Agama Tidak akan Rugi, Bahkan lebih Mulia

Temanggung – Pemberian bantuan tali asih dilakukan secara langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung, Drs. H. Saefudin, M.Pd, didampingi Penyelenggara Syariah, Drs. H. Eko Widodo, M.Ag kepada ustad ustadzah Madin, TPQ, Ponpes sebanyak 70 orang, guru madrasah sebanyak 45 orang, lembaga RA/BA sebanyak 5 lembaga dan siswa-siswi RA/BA 25 orang, Jum’at, (25/1), bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung. Tujuannya guna meningkatkan pemerataan kesejahteraan bagi guru mengaji serta mendukung program dan kegiatan dibidang agama pada lembaga keagamanaan agar program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh lembaga keagamaan dapat berjalan baik.

Dalam arahannya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung menyampaikan terima kasih ustad/ustadzah Madin, TPQ, Ponpes, guru madrasah, dan lembaga RA/BA yang sudah turut memberikan tenaga dan pikirannya guna memberikan ilmu keagamaan yang menjadi pondasi dasar bagi anak-anak yang shaleh dan shalehah.

Menurutnya, dengan adanya bantuan tali asih ini, para guru Madin, guru TPQ, guru Ponpes, guru madrasah, dan lembaga RA/BA dapat membuktikan kerja nyata dalam meningkatkan semangat mengajar, agar esok dan kedepan menjadi dapat lebih baik lagi.

Lebih lanjut Saefudin menyampaikan, dalam pendidikan agama dan keagamaan Islam, salah satunya ialah, mengoptimalkan kemampuan dan ketrampilan guru mengaji. Agar mampu memberikan pengajaran yang baik, tidak bertentangan dengan kaidah-kaidah yang berlaku didalam membaca Al Qur’an. “Guru mengaji kampung atau sebutan lainnya guru ngaji tradisional ini adalah satu pekerjaan yang sangat mulia, baik dilakukan dirumah, dimasjid, atau dimajlis taklim. Membaca Al qur’an yang baik dan benar merupakan wujud meningkatkan amal sholeh yang membawa kepada keselamatan dunia dan akhirat,” ujar Saefudin.

“Guru mengaji jangan melihat nilai atau nominal insentif yang diberikan pemerintah, tetapi kesungguhan pemerintah memperhatikan guru mengaji, itu yang patut kita syukuri. Di segala keterbatasan, pemerintah sudah berusaha memberikan meskipun masih dirasa kurang, namun yang terpenting bernilai ibadah,” lanjutnya.

“Menurutnya lagi, belajar ilmu agama tidak akan pernah rugi apalagi menjadi ulama. Ulama sangat dimuliakan lebih dari pejabat sekalipun, hingga meninggal masih tetap dimuliakan,” ungkapnya.

Bantuan tali asih ini sebagai wujud apresiasi atas pengabdiannya kepada masyarakat. Adapun besaran bantuan tali asih yaitu: ustad ustadzah Madin, guru TPQ, Ponpes sebanyak 70 orang sebesar @ 1 juta rupiah, untuk guru madrasah sebanyak 45 orang sebesar @ 1 juta rupiah, lembaga RA/BA sebanyak 5 lembaga sebesar @ 3 juta rupiah, siswa siswi RA BA 25 orang sebesar @ 300 ribu rupiah.(ew-sr/sua).