Menghafal Quran, Upaya Memperoleh Kedudukan Mulia

Sragen – Al-qur'an adalah sebagai hudallinas (petunjuk bagi manusia) , Alqur'an adalah pemberi syafaat dihari kiamat bagi siapa saja yang menjaganya, Alqur'an adalah kalam Allah yang diberikan kepada nabi Muhammad shallahu 'alaihi wasallam sebagai mukjizat yang diperuntukan kepada umatnya untuk memecahkan segala masalah baik tauhid atau muamalah. Demikian disampaikan Kepala MTsN 7 Sragen, Nur Kayat saat memberikan motivasi kepada siswa madrasah untuk mau mempelajari dan bahkan menghafal Al Quran di halaman madrasah, Sabtu (12/01).

“Alquran adalah nikmat terbesar Umat Islam, kita mesti bersyukur atas nikmat tersebut dan tentunya diwujudkan dengan mau mempelajari, menghafal dan mengamalkannya” kata Nur Kayat.

“Bentuk keseriusan kita dalam mencintai quran adalah dengan mau menghafalkannya, walaupun mungkin tidak bisa 30 juz, usaha kita akan dinilai Allah seberapapun hasilnya, walau hanya satu ayat sekalipun, penghafal quran memperoleh kedudukan yang mulia di sisi Allah dan di hadapan manusia” tegasnya.

Untuk mewujudkan generasi yang memahami dan hafal Alquran sejak dini, MTsN Miri mengadakan pelatihan metode menghafal quran dengan mudah. Pelatihan yang diadakan tersebut bekerjasama dengan Rumah Pintar Quran dan diikuti oleh 100 siswa MTs dan MI di Miri, Sragen.

Founder Rumah Pintar Quran, Ustadz Qadar Ramdani yang memberikan pelatihan memaparkan bahwa salah kalau ada yang mengatakan menghafal quran itu sulit, dan menghabiskan sangat banyak waktu yang tersita.

“Menghafal quran itu sebenarnya mudah, asal optimis fokus dan yakin bahwa menghafalnya itu tidak susah, dan tentunya rajin untuk mengulang-ulang yang dihafalnya” kata Ustadz Qodar.

Berkenaaan dengan metode yang diajarkannya, ia menjelaskan dalam menghafal ayat-ayat Al Qur’an tidak harus langsung banyak melainkan cukup dengan menghafalkan  2-3 ayat Al Qur’an untuk dihafalkan dalam 1 hari dengan mengambil waktu 1 jam yaitu 40 menit membaca ulang dan 20 menit menghafalkannya.

Pelatihan yang dilaksanakan selama 2 hari itu sangat antusias diikuti oleh siswa MTs maupun MI yang ikut pelatihan. Dukungan sepenuhnya juga disampaikan oleh guru maupun orangtua siswa, dengan harapan agar bisa dilaksanakan setiap tahun dan semakin banyak siswa yang dilibatkan. (rin/ira-wul).