Menghargai Jasa Sesepuh Melalui Tasyakuran HAB ke-72

Cilacap – Menghargai jasa para pendahulu merupakan salah satu karakter bangsa Indonesia yang sangat kental. Sebagai salah satu wujud penghargaan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap, Jamun, mengundang para Sesepuh atau pensiunan dalam acara Tasyakuran, Rabu (3/1) di Aula Kantor.  

Ada hal yang agak berbeda pada tasyakuran tahun ini, yakni aula dipenuhi oleh para pensiunan yang terdiri atas mantan Kepala Kantor, Kepala Seksi, Penyelenggara, Pengawas dan pegawai dengan jumlah cukup banyak.

Acara potong tumpeng sebagai wujud syukur dilakukan oleh Kakankemenag kemudian diberikan kepada pegawai honorer tertua dan terlama, Simun Suryadi. Dia telah mengabdi lebih dari 30 tahun sebagai pramusaji. Karena nasibnya berbeda teman-temannya, dia hingga sekarang masih menjadi honorer. Walaupun rekan-rekan seangkatannya sudah menjadi pegawai dan pensiun, tetapi semangat pengabdiannya masih tetap besar.

Dalam sambutannya, Kakankemenag mengapresiasi pengabdian para pendahulu baik yang sudah pensiun maupun yang masih tetap mengabdi seperti Pak Simun. Eksistensi Kementerian Agama hingga saat ini tidak pernah lepas dari perjuangan, jasa dan pengabdian para pendahulu.

“Sudah selayaknya yang muda seperti kami ini selalu mengingat kepada yang lebih tua. Karena adanya kami di Kemenag tidak pernah lepas dari sejarah keberadaan panjenengan semua. Untuk itu kami menghaturkan terima kasih atas dedikasi panjenengan. Kami berharap komunikasi tetap terus terjalin dengan baik. Saran dan bimbingan panjenengan masih kami perlukan untuk kemajuan Kementerian Agama,”ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan pensiunan adalah Anwar Sanusi, mantan Kakandepag merasa terharu atas undangan tasyakuran. Pihaknya bersama seluruh rekan-rekan berkomitmen untuk tetap mengabdi kepada Kementerian Agama walaupun statusnya sudah purna tugas. Menurutnya, pengabdian bisa diwujudkan melalui informasi akan kebutuhan layanan masyarakat. Dengan begitu, Eksistensi Kemenag di masyarakat semakin besar dan makin menggema di sanubari masyarakat. (On/bd)