Mengolah Data Jemaah Haji Pahalanya Sebanding Menjadi Petugas Haji

Semarang (PHU) – Kepala Seksi Sistem Informasi Haji, Abdul Jalil mengatakan bahwa kegiatan Konsinyering Validasi Data Jemaah Haji yang diselenggarakan di Griya Persada Convention Hotel & Resort Bandungan  Semarang mulai tanggal 28 s.d. 30 November 2018 amat sangat penting dalam pelayanan pendaftaran dan pembatalan jemaah haji.

“Kegiatan Konsinyering Validasi Jemaah Haji merupakan kegiatan yang sangat penting dan strategis. Penting karena validasi ini menentukan keberhasilan dari program-program penyelenggaraan ibadah haji kedepannya,” ungkap Jalil, Kamis, (29/11).

Jalil menjelaskan juga bahwa dikatakan strategis karena efektifitas program sangat ditentukan oleh seberapa tepat kita menampilkan data jemaah sebagai bahan pertimbangan kebijakan Pemerintah di musim haji tahun mendatang.

Pria Kelahiran Demak ini juga menekankan pada peran dan fungsi operator Siskohat Kankemenag Kabupaten/Kota dalam mengolah dan menampilkan data jemaah haji. Agar data haji yang ada pada tingkat Kabupaten/ Kota dan Provinsi tidak terjadi perbedaan maka Kanwil Kemenag Provinsi bersama Kankemenag Kabupaten/ Kota menetapkan bersama data jamaah haji yang digunakan untuk perencanaan program dan kegiatan di masa yang akan datang.

Kegiatan yang diikuti oleh operator Siskohat Kankemenag Kabupaten/ Kota dan  pegawai Bidang PHU Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah lebih banyak menghadirkan diskusi permasalahan terkait dengan pendaftaran dan pembatalan jemaah haji mulai dari proses pendaftaran dan pengajuan pembatalan jamaah haji sampai dengan pengolahan datanya.

“Keberhasilan penyajian data yang valid sangat ditentukan oleh metode pengolahan data dan pelaporan yang dilakukan oleh operator Siskohat dalam mengelola data jamaah haji. Seiring perkembangan situasi dan kondisi lapangan diperlukan kebijakan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat dalam pengelolaan data jemaah haji,” ujarnya.

Keberhasilan dan ketepatan dalam pengambilan keputusan agar langkah operasional pengelolaan data yang diambil tidak terlambat dan sesuai dengan keadaan yang berkembang di lapangan. Pengambilan keputusan tersebut perlu didukung oleh data dan informasi yang cepat, tepat, akurat, dan berkesinambungan. Untuk menghasilkan data dan informasi yang akurat diperlukan metode pengamatan dan pelaporan yang tepat serta aplikatif.

“Pengamatan dan pelaporan merupakan komponen penting dan mendasar dalam sistem pengelolaan data. Data dan informasi yang diperoleh digunakan sebagai dasar untuk menyusun langkah strategis dalam operasional penyelenggaraan ibadah haji. Pelaporan bertujuan memberikan informasi awal yang diperlukan untuk menyusun rencana operasional haji dan juga sebagai gambaran pelaksanaan kegiatan,” terang Jalil.

“Mengolah data jemaah haji mungkin pahalanya sebanding dengan seorang petugas haji kloter yang melayani jamaah haji,” tambahnya. (djs/gt).