Mengukur Profesionalitas GPAI Melalui Pemetaan Kompetensi

Tegal – Untuk mengetahui sejauh mana profesionalitas yang dimiliki oleh Guru PAI baik pada jenjang Sekolah Dasar (SD), SMP, SMA/SMK, maka Kantor Kementerian Agama Kota Tegal melalui Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) pada Selasa (18/12) menggelar Pemetaan Kompetensi (PK) Online Guru PAI yang bertempat di SMK 2 Wisanggeni Kota Tegal.

Hadir dalam acara pembukaan PK Online, KakanKemenag Kota Tegal yang diwakili Kasi Pakis, Muhsonah, staf Pakis selaku pemandu PK Online, Eka Umi Saroh  Khayati , 4 Pengawas Pakis selaku pengawas PK Online dan 225 peserta yang terdiri dari guru PAI Kemenag maupun Diknas.

Berdasakan data PK On line yang masuk ke tim pengembangan PPKB PAI , untuk peserta dari Guru PAI SD sebanyak 123 guru, jenjang SMP 47 guru, jenjang SMA 17 guru dan SMK sebanyak 38 guru, sehingga total peserta yang mengikuti PK On Line sebanyak 225 guru, “ terang Muhsonah saat memberikan sambutan.

Selain sebagai Evaluasi Diri (Evadir), lanjut Muhsonah, PK Online juga merupakan salah satu kegiatan yang ada dalam Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB) bagi Guru PAI baik yang sudah menerima tunjangan profesi maupun yang belum menerima tunjangan, baik yang berstatus PNS/ASN maupun Non PNS.

Pelaksanaan PK On line tingkat Kota Tegal ini merupakan tahap kedua dari 18 Kota/Kabupaten se Provinsi Jawa Tengah, sedangkan mekanisme pelaksanaanya terbagi menjadi 8 Kelas, yang masing-masing kelas berjumlah 30 peserta dari kelas 1 sampai kelas 7 dan sisanya 15 peserta menempati dikelas 8.

PK Online dilaksanakan tepat pukul 10.30 WIB di masing masing kelas dengan waktu 2 jam terdiri dari 60 soal, masing-masing kelas dipandu sekaligus pendamping dari masing masing pengawas jenjang,”kata Muhsonah.

Diakhir  sambutanya, Beliau berpesan, dalam rangka menentukan data kompetensi GPAI secara riil, maka ikutilah kegiatan ini dengan  serius, tunjukan  keprofesionalitasnya sebagai seorang guru melalui pengisian  data dengan jujur sesuai identitas diri  masing-masing, jangan dibuat-buat.

Kami sangat berharap semua peserta mampu mendapatkan nilai yang baik, sehingga akan melahirkan guru yang berkualitas yang pada akhirnya mampu meningkatkan kualitas pendidikan pada generasi penerus, “harap Muhsonah. (IM/rrf)