Mengurangi Penggunaan Gadged, Guru Memperkenalkan Permainan Tradisional

Surakarta – Menjadi hal wajib bagi kita semua untuk mengenalkan permainan tradisional kepada anak-anak. Jangan hanya memilih gadget, tapi sesungguhnya permainan tradisional ini lebih baik, soalnya dapat merangsang kecerdasan anak kita.

MI Ta’mirul Islam Surakarta adalah sekolah yang fokus pada pengembangan karakter dengan program tahfidz Al Qur’an, namun tetap diperkenalkan dengan budaya. Karena di sisi lain penghafal Alqur’an bukan berarti melupakan budaya, tapi justru penghafal Alqur’an harus mencintai budaya.

Demikian disampaikan Erma Yohansyah, Kepala Madrasah MI Ta’mirul Islam Surakarta pada kegiatan traditional fun game yang digelar di Stadion R Maladi, Sriwedari, Sabtu (15/12) kemarin.

Kegiatan yang dilaksanakan saat jeda penilaian akhir semester itu, bertujuan untuk mengenalkan permainan tradisional yang saat ini mulai tergerus zaman. Gelak tawa dan canda para generasi penerus yang mengikuti Traditional Fun Game 2018 itupun membuncah.

“Pada traditional fun game kali ini, sejumlah permainan tradisional dimainkan dalam pos-pos yang dipandu 2 guru, di antaranya engklek, gangsing, jamuran, lompat tali, gobak sodor, nekeran, ular naga, cublak-cublak suweng, dan peserta pertandingan diharuskan berkelompok.

Peserta yang berkelompok itu bermain riang bersama sambil melatih kecepatan, kekompakan dan kekuatan fisik. Lebih dari itu, mereka merasakan betapa menyenangkannya permainan tradisional, disamping  bisa dimainkan secara bersama-sama, semua anggota tubuh ikut bergerak.

“Tidak hanya duduk dan melihat layar seperti ketika main gadget,” ujarnya.

Dari kegiatan traditional fun game ini siswa-siswi MI Ta’mirul Islam Surakarta semakin mencintail indonesia dengan mengenal lebih jauh permainan-permainan tradisional. (masruroh_rma/Wul).