Menikah Adalah Tentang Ibadah Terlama, Maka Persiapkanlah Dengan Matang

Banjarnegara – Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) Kecamatan Pejawaran, Agus Salam A.Z kembali menjadi pemateri pada kegiatan sosialisasi pencegahan stunting pada remaja yang bekerja sama dengan Penyuluh Keluarga Berencana di Aula Balai Desa Darmayasa, Senin (01/11). Kegiatan ini adalah yang ke empat kalinya dengan sasaran remaja di wilayah Desa Darmayasa sebagai desa lokus stunting di Kecamatan Pejawaran. Berbeda dengan sebelumnya, peserta yang dihadirkan pada pertemuan kali ini berasal dari Dusun Kiyudan, Darmayasa sejumlah 13 orang.

Agus yang menjadi pemateri pertama masih mengangkat tema “Pendewasaan Usia Pernikahan Sebagai Upaya Mewujudkan Keluarga Berkualitas”. Ia menjelaskan pentingnya mempersiapkan diri sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.

“Menikah merupakan ibadah terlama seorang muslim, oleh karenanya harus mempersiapkan segalanya dengan matang. Setidaknya ada lima prasyarat pernikahan yang harus dipersiapkan. kesiapan fisik dan usia, kesiapan mental, kesiapan pengetahuan, kesiapan materi, dan kesiapan administrasi. Kelima kesiapan itu dapat diwujudkan dengan kedewasaan,” terangnya.

Selanjutnya Agus menjelaskan korelasi antara pendewasaan usia pernikahan dengan pencegahan stunting. “Pernikahan di usia matang dengan pemenuhan lima kesiapan tersebut akan mewujudkan keluarga yang berkualitas. Dengan terwujudnya berkualitas maka akan menghasilkan generasi yang berkualitas pula. Dengan pola asuh dan pemenuhan gizi anak yang baik akan menghindarkan anak dari stunting,” tandasnya.

Pada sesi berikutnya, Arfella Dara Tristantia yang biasa dipanggil Kak Dara dari Penyuluh KB Kecamatan Pejawaran mengawali penyampaian materi dengan salam GenRe. Selanjutnya ia mengenalkan apa itu Genre. GenRe alias Generasi Berencana merupakan program yang mengedukasi remaja agar menjadi generasi yang punya perencanaan kehidupan yang matang.

“Kalian di usia remaja ini harus merencanakan kehidupan dengan baik. Sebelum menjalani kehidupan berkeluarga, banyak tahap yang harus dilalui, contohnya merencanakan pendidikan dan berkarir. Jauhi 3 hal yang bisa menghambat masa depan kalian, yaitu seks pra nikah, pernikahan dini, dan narkoba,” jelasnya.

Sub Kesehatan Desa (SKD) Darmayasa, Ruminah menyampaikan rasa optimismenya dari kegiatan ini. “Kami sangat berharap banyak, adanya kegiatan akan menekan angka pernikahan dini yang termasuk tinggi di Darmayasa ini. Penyuluhan ini membuka wawasan kepada adik-adik remaja akan pentingnya kedewasaan usia pernikahan serta bagaimana mereka bisa menjadi Generasi Berencana”, pungkasnya. (az/ak/rf)