Menjadi sosok Guru yang memimpin dan teladan

Wonogiri – Pendidik adalah agen pembelajaran yang harus memiliki empat jenis kompetensi yakni kompetensi pedagogik, kepribadian, professional, dan sosial. Dalam konteks ini maka kompetensi guru dapat diartikan sebagai kebulatan, pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang diwujudkan dalam bentuk perangkat tindakan cerdas dan penuh tanggung jawab yang dimiliki oleh seorang guru untuk memangku jabatan profesi guru.

Guru agama Kristen yang profesional adalah guru yang mampu membawa peserta didik memahami serta menjalankan nilai-nilai agama yang dipelajarinya. Harus melayani peserta didik dengan baik, selain itu punya kewajiban untuk pembinaan umat baik di masyarakat maupun di gereja.

Secara umum profesionalisme guru melekat erat dalam karakter dan integritas serta komitmen iman guru agama Kristen, karena itu guru profesional adalah pengajar dan pendidik yang melaksanakan tugas mengajar dan mendidik dengan mengandalkan kemampuan dan karakter yang maksimal.

Demikian di sampaikan Pembimas Kristen Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Drs. Marihot H. Gultom, MM dalam acara pembinaan dan koordinasi guru agama Kristen se-Kabupaten Wonogiri di RM. Masakan Jawa Saraswati Brumbung, Senin (04/5) yang di ikuti Guru Agama Kristen se Kabupaten Wonogiri.

Saat ini kehadiran Guru agama sebagai figur sentral dalam pertumbuhan iman peserta didik karena guru agama adalah sosok yang sangat diperlukan untuk memacu perilaku baik peserta didik. Betapapun baiknya yang dirancang, namun pada akhirnya perilaku para siswa juga tergantung dari peran guru agama. Untuk itu profesi sebagai guru sangat memerlukan aneka ragam pengetahuan dan keterampilan yang memadai sesuai dengan tuntutan zaman.

Dengan demikian guru agama Kristen yang profesional adalah guru Agama yang melaksanakan tugas mengajar dan mendidik dengan mengandalkan kemampuan dan integritas yang maksimal dengan mengacu pada sosok Yesus sebagai Guru Agung.

Untuk itu kepada guru agama Kristen di Wonogiri untuk mengembangkan profesi dengan menguasai langkah-langkah penelitian dan kajian kritis untuk menambah wawasan dan memperdalam pengetahuan dan materi bidang studi pendidikan agama Kristen, menyinggung kedepannya banyak guru pendidikan agama Kristen yang pensiuan, beliau mengharap setiap peserta didik tetap harus menerima pelajaran agama sesuai amanat UU Sisdiknas yaitu dengan koordinasi dengan gereja.

“Mengingatkan bahwa menjadi guru pendidikan agama Kristen sangat beperan dalam mendidik peserta didik dalam kehidupan masyarakat luas yaitu sebagai pemimpin yaitu pendidik dan orang yang patut diteladani”, imbuhnya.

Menjadi guru pendidikan agama Kristen adalah menjadi pemimpin yang dalam arti mendidik dan mengajar. Mendidik dan mengajarkan pengetahuan keagamaan kepada peserta didik. Sebagai pendidik dan pengajar guru tersebut akan mengajarkan pengetahuan agama kepada peserta didik yang akhirnya diwujudnyatakan dalam sikap dan tindakan yang dapat ditiru atau diteladani oleh anak didik dalam hidup.

Keteladanan guru pendidikan Kristen juga menjangkau kehidupan masyarakat karena ia selalu dipercayakan untuk banyak tugas. Misalnya, sebagai asisten pendeta dalam hal pengembangan iman umat, sebagai pemimpin ibadah, dan tugas lain dalam kehidupan bermasyarakat. (Mursyid _ Heri _ Bosco)