Menjadi Wirausaha Mandiri

Banjarnegara – Perkumpulan Wirausaha Muslim Indonesia (PWMI) sebagai wadah perkumpulan yang dibentuk atas kesamaan visi anggota perkumpulan untuk melahirkan dan mengembangkan bisnis usaha di atas konsep bisnis dan dagang Islam yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW untuk menciptakan dan mendorong ekonomi masyarakat Indonesia yang kuat dan mandiri.

Perkumpulan Wirausaha Muslim Indonesia (PWMI) bekerjasama dengan Kankemenag Kabupaten Banjarnegara melalui Penyuluh Agama Islam Non PNS dari 20 Kecamatan masing – masing 3 Orang Penyuluh Agama Non PNS yang belum mempunyai Mobil dan Kriteria diutamakan perempuan. Sosialisasi Program pemberdayaan ekonomi Muslim menuju wirausaha mandiri, Kamis, 7 Maret 2018 di Aula Kantor Kementerian agama Kabupaten Banjarnegara.

Kerjasama ini untuk murni meningkatkan perekonomian yang mandiri bagi penyuluh non PNS tanpa embel – embel apapun, kata Ali Mustofa, S. Ag selaku Kepala Seksi Bimas Islam. Selanjutnya dia berharap melalui sosialisasi ini para penyuluh bisa belajar perdagangan dengan konsep Islam yang halal dan anti riba, karena pada dasarnya Penyuluh non PNS ada yang punya spesifikasi produk halal dan konsep jual beli syar’i “ jelasnya.

Perekonomian Secara Berjamaah

Ketua Tim PWMI dan ketua DPW PWMI Yogyakarta – Jateng II, Arie Lestarie menyampaikan bahwa kedatangannya bukan seperti yang diperkirakan oleh para peserta. “Kami datang bukan untuk menyampaikan sistem Multi Level Marketing (MLM), tidak berafiliasi dengan partai manapun, dan juga bukan merupakan alumni 212,” paparnya.

Menurutnya PWMI merupakan perkumpulan para pengusaha dan pemilik perusahaan yang berusaha membangun perekonomian Indonesia supaya lebih baik dengan memberdayakan dan meningkatkan produksi dalam negeri. “hidup kita dipenuhi dengan produk – produk luar negeri, sungguh mirislah,” ucapnya.

Di Indonesia ada sekitar 9,5 % produk yang diberedar merupakan produk luar negeri, sementara kita hanya mempunyai ruang 0,5 % dikarenakan rendahnya keikutsertaan orang muslim dalam ikut peran meningkatkan perekonomian di Indoensia. “Mereka dalam meningkatkan perekonomian melalui pengembangan produk yang dilakukan secara berjamaah, kita hanya berjamaah saat sholat saja,” ucapnya.

Maka dia mengajak peserta yang merupakan Penyuluh Agama Islam bisa meningkatkan perekonomian melalui pemberdayaan produk-produk dalam negeri agar bisa dilakukan secara berjamaah.

Untuk menjadi anggota PWMI penyuluh non PNS ditest dan mendapat training dari Mentor PWMI Jateng II di Yogyakarta, dan nantinya memperoleh dana dari para pengusaha-pengusaha Muslim yang tersentuh hatinya membuat program peningkatan perekonomian Indonesia dengan mengajak beberapa mitra untuk bekerja sama. “Kami sudah mempunyai 350 mitra yang terbagi pada kantor cabang di 16 Provinsi,” (Nangim/bd)