Menjaga Kebhinnekaan melalui Halal bi Halal

Semarang – Dengan Halal bi Halal, Kita Jaga Persaudaraan dalam Bingkai Kebhinnekaan, sebuah tema yang diangkat pada kegiatan Halal bi Halal SMP Negeri 3 Semarang bertempat di masjid sekolah setempat, Sabtu (08/07).

Dalam taushiyahnya pengawas Pendidikan Agama Islam Kota Semarang, Ustadz Faojin mengajak hadirin untuk menjaga persaudaraan antar manusia dalam kebhinnekaan. Disampaikannya, ada beberapa cara untuk meningkatkan kualitas keimanan.

Pertama; merefleksi kembali kegiatan selama bulan Ramadan. Ia melontarkan pertanyaan kepada hadirin, ”Apakah selama ramadhan kemaren, kita telah melaksanakan berbagai macam ibadah spesialnya tarawih, tadarus, puasa, dzikir, doa, bersedekah dan lainnya? Apakah semua ibadah kita lakukan, ataukah hanya sebagian besar, atau malah hanya sebagian kecil?”

Ia menerangkan puasa yang kita jalankan bisa diandaikan seperti puasanya ular atau ulat. “Kalau puasanya ular, sebelum puasa dia jelek, rakus, berbahaya, dibenci dan setelah puasa dia hanya berganti kulit/ baju saja. Sedangkan sifat dan tabiatnya yang jelek tetap sama dan melekat pada dirinya, tidak ada perubahan yang berarti. Sedangkan puasanya ulat, asalnya dia jelek, dibenci, rakus, tetapi setelah puasa dia berubah bentuk, sifat dan akhlaknya menjadi lebih baik lagi,” terang ustadz Faojin.

Kedua; halal bi halal, yaitu sebuah tradisi yang sangat luar biasa dan bernilai ibadah. Halal bi Halal sudah lestari di Indonesia, merupakan refleksi ajaran Islam yang menekankan sikap persaudaraan, persatuan dan saling memberi kasih sayang. “Ketika kita bersalaman dalam halal bi halal, maka dosa kita akan gugur sesuai dengan hadist nabi. Manusia akan menghilangkan sifat egonya di hadapan manusia lain untuk saling memaafkan,” ujarnya.

Ketiga; untuk meningkatkan keimanan, ia mengajak kepada  hadirin agar berusaha secara maksimal menjaga kemabruran Ramadan dengan cara selalu melakukan ibadah yang dilaksanakan dalam bulan Ramadan seperti puasa, salat berjamaah, tadarus Al Quran, bersedekah, zakat, dzikir, doa dan ibadah lain. “Kita juga harus kembangkan budaya Ramadan ke dalam budaya sekolah seperti disiplin dalam bekerja, tepat waktu dan peduli lingkungan,” ajaknya.

Kepala Sekolah Eko Djatmiko mengajak semuanya untuk bersyukur karena keluarga besar SMP Negeri 3 Semarang dapat bertemu kembali dalam acara Halal bi Halal. Menurutnya, tradisi tahunan ini harus dilestarikan sebagai wahana saling memaafkan dan membuka lembaran baru dengan penuh semangat dalam rangka memajukan sekolah.

Sedangkan Ketua Panitia Purba Haryono mengatakan, kegiatan dihadiri oleh sekitar 100 peserta terdiri dari Bapak-Ibu mantan Kepala Sekolah, Guru/ Karyawan yang telah purna, komite, pengawas PAI SMP Kota Semarang, guru dan karyawan beserta keluarga, baik muslim maupun non muslim. Kegiatan ini bertujuan menjaga kebhinnekaan yang menjadi penyatu bangsa Indonesia melalui Halal bi Halal.(fjn-ch/gt)