Menjaga Kehidupan Harmonis Antar Umat Beragama Di Tahun Demokrasi

Wonogiri – Ratuasan umat Katolik di Wilayah kabupaten Wonogiri mengikuti Perayaan Ekaristi dalam rangka Ulang Tahun ke-80 Gereja St. Yusup Baturetno, Senin (22/10) di gereja setempat. Perayaan Ekristi dipimpin langsung oleh Mgr. Robertus Rubiyatmoko PR Uskup Agung Semarang, turut hadir dalam acara tersebut Ka. Gara Katolik Kankemenag Wonogiri Antonius Sukatno dan pengawas pendidikan agama Katolik Yuliana Setyaningsih.

Dalam kotbahnya Mgr. Robertus Rubiyatmoko menyampaikan pentingnya kepeduliaan umat Katolit terhadap alam dan menjaga kelestarian lingkungan, apalagi di bumi Wonogiri, beliau membawakan khutbahnya dengan tema menuju peradapan kasih yang semakin nyata, bagi sesama dan alam semesta.

Selain itu, kedewasaan dalam beriman artinya paham dan tahu ajaran Gereja Katolik; saya tahu apa yang baik dan benar. Yang baik dikembangkan dalam hidup dan yang sebaliknya disingkirkan dari kehidupan untuk mencapai kekudusan. Beriman dewasa artinya mempunyai semangat militan dalam beriman. Saya akan menghidupi dan menghayati iman saya dalam hidup secara baik dan benar. Saya akan selalu mencintai kekatolikkan saya tanpa ragu sedikitpun dan militant artinya saya bangga dengan kekatolikan saya dan tanpa mengecilkan yang lainnya.

Sedangkan Ka. Gara Katolik, Antonius Sukatno di Kemenag Jum’at (26/10) mengajak kepada para umat kristiani untuk menjaga kerukunan intern dan antar umat beragama serta kepada umat katolik untuk saling tolong menenolong dan membaur dengan lingkungan.

Kerukunan umat beragama menurut Gara Katolik  harus terus kita perhatikan secara seksama, karena agama memainkan peranan yang penting dalam segala aspek kehidupan ini. Sisi lain, realitas kehidupan kita sangat beragam. Dan jika tidak melihatnya secara arif dan bijaksana, konflik sering tidak dapat kita hindari sebagai akibat dari perbedaan yang ada terutama di tahun demokrasi atau tahun polik saat ini.

“Kerukunan umat beragama merupakan modal utama dalam menjaga integritas Negara Kesatuan Republik Indonesia. Diharapkan masyarakat bisa menerima segala bentuk perbedaan juga hidup berdampingan secara damai” Jelas Antonius Sukatno

Nilai-nilai kemanusiaan akan lebih diutamakan daripada mempertentangkan perbedaan ideologi atau perbedaan keyakinan, toleransi antar sesama umat akan bernilai tinggi dan tidak akan mudah menghujat paham. (mursyid_heri/rf)