Menjalin Hubungan Lintas Sektoral Kemenag Melalui Tarling

Semarang – Partisipasi Kementerian Agama Kota Semarang pada kegiatan tarawih Keliling (Tarling) Bersama Walikota dan Muspida Kota Semarang merupakan agenda kegiatan rutin tiap tahun yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan. Penyelenggara dan tempat kegiatan dilaksanakan secara bergiliran dari instansi/kecamatan se-Kota Semarang. Senin (05/06) tarling dilaksanakan di Masjid Ash Shiddiqqin Kompleks Kantor Kejaksaan Negeri Semarang. Hadir pada kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kota Semarang Adi Trihananto, Muspida, para pimpinan institusi dan Organisasi Perangkat Daerah Kota Semarang. Hadir pula Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Semarang Muh Habib.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sholat Isya’ dan tarawih berjamaah dilanjutkan dengan taushiyah disampaikan oleh KH Khoirul Amin. Muballigh yang juga merupakan penyuluh agama Islam nonPNS Kementerian Agama Kota Semarang ini menyampaikan tentang siksa atau azab yang diberikan Allah Swt dikarenakan ulah manusia yang banyak melakukan dosa dan maksiat di muka bumi. Ia juga menyinggung tentang peran walisongo dalam menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa. “Bukti peninggalan walisongo merupakan tanda bahwa kisah walisongo tidak hanya dongeng belaka,” terangnya.

Penyebaran Islam oleh walisongo menggunakan akulturasi budaya dibuktikan dengan adanya beberapa tembang jawa yang sampai saat ini masih kita nikmati syair dan lagunya. “Beberapa tembang jawa tersebut antara lain Padang Bulan, Cublak-Cublak Suweng, Gundhul-Gundhul Pacul, Sluku-Sluku Bathok,” urai sang da’i.

Amin yang juga sering berdakwah di sebuah televisi dan radio swasta ini menekankan pentingnya menjaga keutuhan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “NKRI harga mati,” tegasnya.

Sementara Kakankemenag Kota Semarang ditemui seusai acara mengatakan kehadiran dirinya pada kegiatan Tarling bukan atas nama pribadi tetapi membawa nama institusi Kementerian Agama Kota Semarang.

“Dengan partisipasi aktif pada kegiatan lintas sektoral bersama Walikota, Muspida dan jajaran pimpinan institusi atau OPD dapat menambah keakraban dan hubungan silaturahmi yang diharapkan berdampak pada meningkatnya hubungan lintas sektoral antara Kemenag dengan instansi atau lembaga di Kota Semarang,” harap Kakankemenag.

Oleh karenanya ia memerintahkan kepada jajarannya untuk turut serta mengikuti tarling secara bergiliran sesuai jadwal, yang diikuti oleh Kasubbag TU, Kasi, pengawas, penghulu dan penyuluh agama Islam. “Meskipun agenda kegiatan padat, kami selalu menyempatkan untuk hadir,” pungkasnya.(sun-ch/gt)