Mental dan Fisik Harus Disiapkan Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

Surakarta – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Muslim Umar, meminta kepada 600 Calon Jamaah Haji (CJH) untuk menyiapkan fisik dan mentalnya. “Ibadah haji memiliki karakteristik tersendiri sehingga CJH diharapkan mempersiapkan diri secara maksimal, baik fisik, mental dan pemahaman tentang ibadah haji sebelum berangkat ke Tanah Suci,”papar Muslim Umar.

Hal itu disampaikan saat memberikan pengarahan di acara sosialisasi kebijakan untuk CJH Reguler keberangkatan tahun 2017 di Pendapi Gedhe Balai Kota Surakarta, Sabtu (18/3).

Dijelaskan dia, bahwa kuota CJH untuk wilayah Kota Surakarta sudah resmi menjadi 600 orang, yang sebelumnya hanya sekitar 500an orang saja. Menurutnya, bagi yang belum melengkapi administrasi untuk segera mengurusnya agar tidak terkendala untuk melaksanakan ibadah haji.

“Alhamdulillah untuk kota Surakarta mendapatkan kuota tambahan sekitar 100 orang. Untuk itu bapak ibu yang sekarang mendapatkan panggilan dan masuk kuota tambahan berangkat tahun ini harus bersyukur dan tentunya jangan lupa segala sesuatu pesyaratan yang harus dilengkapi sudah harus dipenuhi,” ujar Muslim.

Kemenag telah bekerjasama dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) serta kelompok masyarakat turut serta untuk melakukan bimbingan ke CJH melalui berbagai pengajian, selain itu Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) diharapkan juga ikut berperan secara aktif dalam pembinaan ibadah haji.

Pada kesempatan yang sama Kabag Kesra Setda Kota Surakarta, Siti Anggrahini menyampaikan bahwa pemerintah kota Surakarta akan mendukung sepenuhnya dengan menyiapkan keperluan jamaah haji berupa seragam jaket dan atribut serta biaya trasportasi dan operasional lainnya dari daerah sampai dengan embarkasi Donohudan

Sementara itu terkait dengan ibadah haji khusus dan ibadah umrah Kasi PHU Kemenag Surakarta, Rosyid Ali Safitri berpesan agar para CJH untuk menginformasikan kepada keluarga, sahabat, dan  masyarakat apabila ingin melaksanakan ibadah umrah untuk lebih berhati-hati dalam memilih biro perjalanan ibadahnya.

“Masyarakat jangan sungkan dan harus berani menanyakan kelengkapan dari biro tersebut, baik mengenai kejelasan akomodasi dan transportasi, agar tidak terjadi masalah dibelakang nanti,” jelas Rosyid. Menurut dia, calon jamaah harus menerapkan metode 5 Pasti dalam memilih biro umroh yakni, pasti travel berizin, pasti jadwalnya, pasti penerbangannya, pasti hotelnya dan pasti visanya.

“Jangan tergiur harga murah dan kalau masih ragu dengan biro tersebut bisa ditanyakan ke Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Kota Surakarta,” jelas dia. (rma-abc)