Menteri Agama resmikan alih status IAIN Purwokerto

Purwokerto – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (LHS) pagi ini meresmikan alih status Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Purwokerto menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto. LHS mengajak segenap civitas akademika IAIN Purwokerto untuk melakukan beberapa upaya terobosan guna membangun lembaga pendidikan Islam di Indonesia sebagai model integrasi keilmuan, Islam dan ke-Indonesia-an, dengan ciri khas budaya dan kearifan lokal.

“IAIN Purwokerto sebagai lembaga pendidikan tinggi keagamaan Islam harus mampu mengintegrasikan antara ilmu, Islam, dan Indonesia, serta menjadikan IAIN Purwokerto menjadi perguruan tinggi Islam yang berkarakter ke-Indonesia-an dengan ciri khas budaya dan tradisi ke-Islam-an senantiasa direvitalisasi dengan tetap terbuka atas wacana pembaharuan dan pemikiran yang kontributif bagi pengembangan pendidikan nasional dan global”, ungkap Menag saat meresmikan alih status IAIN Purowkerto.

Hadir dalam peresmian tersebut Rektor IAIN Luthfi Hamidi, para Rektor IAIN dan Ketua Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN), Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Bakorwil Provinsi Jawa Tengah, Wakil Bupati Banyumas, Tokoh-tokoh Ormas Keagamaan, dan para pejabat di lingkungan Kabupaten Banyumas.

LHS menambahkan bahwa “Sesungguhnya sangat memungkinkan untuk memadukan dan menghasilkan sebuah peradaban baru, sebuah peradaban yang memiliki jati diri dengan kekhasan dan budaya lokal yang menjadi kebanggaan bagi kita”.

Ancaman ekstrim radikalisasi agama saai ini sangat kuat dan nyata tidak bisa dibiarkan, untuk itu Menag mengajak untuk menghadapinya dengan mengembangkan pemikiran dan gerakan ke-Islaman yang Rahmatan lil ‘Alamin, pemikiran dan gerakan ke-Islaman yang humanis yang menjunjung tinggi demokrasi, hak asasi manusia, mulitkultural dan semangat kemanusiaan dengan tanpa meninggalkan bentuk dan identitas dirinya sebagai khalifah fil ardh.

Dipenghujung sambutan Menag berharap “IAIN Purwokerto memiliki kekuatan tradisi akademik yang tinggi , kurikulum yang mampu menciptakan manusia yang handal, memiliki sumber daya sosial yang berwawasan global serta pembinaan terhadap mahasiswa yang beretika dan berpikiran dewasa yang didukung dengan sarana dan prasarana serta manajerial yang terbuka, akuntabel, dan professional”.(kusumanto)